I Hate Say Love to You
Main Cast : Gongchan + Jinyoung
Support Cast : Sandeul, Baro, CNU
Author Note : &%!@%$>*+=><@& … !!!
{* author ga bisa ngasi komen gara-gara diiket di pilar kayu, sama mulutnya dibekep pake lakban sama security. Katanya biar author yang somplak ga ikutan nimbrung di dalem cerita. padahal pengen. T^T *}
Part – 3 à bodoh!
Angin musim gugur sudah mulai datang, ini pertanda kalau musim panas akan segera berakhir, membuat seorang gadis dengan langkahnya yang terbiasa cepat, kali ini berjalan dengan pelan, angin dingin itu meniup rambut coklatnya. Biasanya dia memakai sepatu rodanya untuk pergi kesekolah, tapi kali ini dia berjalan kaki, untuk itulah dia pergi lebih pagi.
“huh, untuk apa aku menyesal telah menghajarnya semalam?” gerutu yoo rim.
“bukankah memang dia yang menyebalkan?”
“tapi, sandeul bilang dia ngambek setelah aku menghajarnya, aku kan tidak mematahkan hidungnya. Aku hanya membuat nya sedikit memar.” Yoo rim berusaha membela dirinya sendiri. Tapi kemudian dia teringat kejadian tadi malam, dia terigat kata-kata chan yang menatapnya dengan tatapan sedih.
“wae? Aku sudah bilang maaf, dan aku tau aku salah. Apa kau harus jadi semarah ini padaku..?” protes gongchan, dia kesal dan menatap yoo rim dengan sedih, lalu melirik jinyoung dan kembali menatap yoo rim, “meski kau benci padaku, jangan kau jadikan aku alasan sebagai pelampiasan kekesalanmu.” Gongchan merasa sangat sedih dan kecewa, tidak pernah dia merasa sesedih ini. dia pergi kedalam rumah sandeul dan mengambil tasnya, lalu pergi pulang begitu saja. sedangkan yoo rim hanya mampu duduk terdiam disana sambil terus memikirkan apa yang baru saja dia lakukan. Dia tahu kalau kata-kata chan memang benar.
“aaargh..baiklah, sepertinya memang aku yang salah.” Yoo rim kesal sendiri.
Dia sampai di gerbang sekolah, lalu merogoh saku jas seragamnya, ada coklat, itu untuk gongchan sebagai permintaan maaf, tapi dia masih ragu untuk memberikannya, selain gengsinya yang tinggi, dia juga malu untuk bilang maaf pada chan. Tapi kemudian terlintas di benaknya ucapan baro dan CNU semalam yang menakut-nakutinya.
“Chan itu, penggemarnya sangat banyak, dia menempati peringkat kedua setelah jinyoung, coba kau bayangkan, apa yang terjadi jika chan tetap ngambek, para fansnya akan mencari tau tentang penyebabnya…laluu..” seru Baro dengan ekspresi seram, kemudian tiba-tiba muncul CNU dibelakangnya dengan ekspresi yang tak kalah horornya.
“mereka akan tahu kalau kau yang membuat chan seperti itu, lalu mereka akan mulai menerormu, mengikutimu dari belakang, dan saat keadaan sedang sepi, mereka akan mulai menyerangmu hingga kau…” kata CNU menakut-nakuti yoo rim.
“aaaa…hentikan..” teriak yoo rim tiba-tiba, tentu saja orang –orang di sekelilingnya menatapnya dengan tatapan heran, kaget, dan aneh. Dia sadar kalau dia ada di depan pintu gerbang, tentu saja banyak orang, dan dia tidak sengaja berteriak karena lamunannya sendiri.
Pelajaran selesai, dan bell berbunyi tanda istirahat. Yoo rim melirik handphonenya, ada pesan dari sandeul.
041-XXX-XXX
itu nomor chan, cepat hubungi dia dan minta maaf. ^^
Dan tolong, jangan sebarkan nomor handphonenya yaa.. :D
“aku juga tahu kalau soal itu..” gerutu yoo rim saat membaca pesan terakhir dari sahabatnya itu, tapi dia tetap saja bingung mau bilang apa pada chan.
Bagaimana kalau dia tidak mau datang?
Yoo rim membalas pesan sandeul, dia takut kalau chan tidak mau datang, maka itu akan membuatnya malu. Dia tidak mau menjatuhkan harga dirinya sendiri di depan chan.
Dia pasti akan datang, kau tunggu saja.
Kalau dia sedikit terlambat, jangan langsung kesal.
Kau kan sudah berniat untuk minta maaf padanya.
Ingat, jangan berani pulang kalau kau belum meminta maaf padanya.
Hahahaha.. :D
“ciih, sahabat macam apa dia ini..” gerutut yoo rim melihat balasan sandeul. Meski begitu, dia tetap tidak yakin. Dia menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya.setelah itu, dengan modal nekat dia pun akhirnya mengirimkan sebuah pesan kepada gongchan.
Gong Chan Shik.
Bisa kah kau menemui aku di taman di belakang sekolah pukul 04:00 pm ini.
Ini penting, meski sebenarnya mungkin tidak begitu terlalu penting untukmu.
Tapi mungkin ini penting untuk beberapa pihak, dan mungkin juga aku.
Ah, sudahlah! Yang penting kau harus datang.
Yoo rim menatap handphonenya dengan nafas ngosh-ngoshan, dia sendiri heran, kenapa dia begitu gugup seperti ini, jantungnya berdegup kencang. Seperti sedang menghadapi kepala sekolah yang akan menghukumnya saja.
dia menepuk-nepuk dadanya untuk menenangkan dirinya. Mengambil nafas panjang, lalu menghembuskannya. Seperti itu berulang kali hingga perasaannya tenang.
Di tempat lain, ada yang sedang terheran-heran karena mendapati pesan tidak jelas siapa pengirimnya yang tiba-tiba masuk ke handphonenya.
“siapa?” Tanya teman sebangku cowok itu.
“entahlah, sepertinya dia mengenalku, tapi dia mengirim pesan yang sangat aneh kata-katanya. Tidak semua orang tahu nomor handphoneku, mungkin aku benar-benar harus datang.” Gumam gongchan.
“hei, siapa tahu itu hanya jebakan. Mungkin saja itu surat tantangan berkelahi..” ujar temannya sok yakin.
“aku ini anak baik, mana mungkin ada musuh..” seru gongchan sambil menjitak kepala teman sebangkunya itu.
“kan bisa saja.” gerutu temannya sambil mengusap kepalanya yang dipukul chan. “atau jangan-jangan itu pesan dari fans fanaticmu, hati-hati, kuharap jangan datang..” ujar temannya itu menakut-nakkuti chan.
“kenapa kau jadi menakutiku sih..” kata chan kesal, dan memukul kepala temannya itu lagi dengan buku pelajarannya yang tebal. Chan nakal..!! =___=*
“aigoo! Kepalaku sakit tau! Kan aku hanya menerka. Bisa saja itu gadis yang telah memukulmu itu.”
“dia..bisa saja sih, tapi…untuk apa dia menghubungiku, rasanya tidak mungkin..” gumam chan, dia mulai penasaran dan meraih handphonenya itu membalas pesan itu.
“ya mungkin saja, dia ingin menghajarmu lagi..hahahaha” kata orang itu lagi.
“hahaha..bodohnya aku hampir percaya ucapanmu..benar, dia tidak mungkin menghubungiku. Kalau pun dia minta nomor kami pada sandeul hyung, pasti yang dia minta nomornya jinyoung hyung.” Gongchan hanya menghela nafas panjang dan melanjutkan belajar.
04:00 pm
Yoo rim sampai di taman belakang sekolah, tapi chan belum datang. Yoo rim duduk di kursi taman, dia memandangi langit sembari menunggu chan.
04:30 pm
Chan masih belum datang juga, yoo rim mulai bosan, tapi dia tidak ingin terus-terusan merasa bersalah, jadi dia harus sabar menunggu sedikit lebih lama. Aku tidak akan pulang sebelum bocah tengik itu datang. Batin yoo rim. Lagipula dia sudah berjanji pada sandeul, sahabatnya itu.
05:00 pm
Gongchan tetap belum datang, yoo rim sudah kelihatan lelah dan bosan, tapi dia hanya tetap menunggu sambil bernyanyi agar bosannya hilang.
05:30 pm
“bocah tengik!!! Kau ada dimana???” teriak yoo rim kesal.
Tapi setelah itu, dia kembali duduk dengan wajah bosan, untuk menunggu gongchan. Dia berusaha sabar dan tetap menunggu meski dia sudah sangat lelah.
Sementara itu, di studio latihan B1A4, Sandeul datang ke studio sambil membawa ayam goreng, pizza, dan beberapa minuman kaleng untuk mereka. Sebagai permintaan maaf karena dia datang terlambat, dia harus pergi mengantar ibunya pergi ke rumah neneknya terlebih dahulu.
“ maaf aku terlambat, ini aku bawakan makanan. Hehehe” bujuk sandeul, tentu saja memberdeul sangat senang. Mereka juga mengajak koreografer dan manajer mereka makan bersama.
“Lho, gongchan mana?” Tanya Baro celingak-celinguk.
“aah, mungkin dia datang terlambat, sepertinya dia ada urusan penting, jangan dihubungi, mungkin dia sedang sibuk. Sesekali kan tidak apa-apa, mari makan.” Seru sandeul menjelaskan, tapi jinyoung, baro dan CNU malah menatapnya dengan heran.
“wae?” Tanya sandeul mulai aneh, sambil mengunyah pizza nya.
“kenapa kau bicara begitu, gongchan ada disini kok..” kata jinyoung heran.
“benar, dia tadi latihan bersama kami..” kata CNU menambahi.
“Mwo?!!!” sandeul kaget mendengar pernyataan kedua hyungnya.
“aah, itu dia gongchan, hey kemari..ada ayam goreng kesukaanmu.” Panggil Baro. Tentu saja sandeul langsung menoleh kearah yang dimaksud baro, benar, gongchan baru saja keluar dari kamar mandi, sepertinya dia habis mencuci muka agar kembali fres.
“wuaaa…aku mauu…” seru chan senang dan langsung berlari menerkam ayam gorengnya. Ya ampuuun chan.. =__=!
“kau sudah bertemu yoo rim?” Tanya sandeul heran.
“haa? Tidak. Memang kenapa?” jawab chan dengan wajah polos.
“apa kau mendapat pesan darinya?” sandeul tambah bingung dibuatnya.
“ani, aku hanya mendapat pesan aneh hari ini, dia minta bertemu di taman jam 4, tapi dia tidak bilang siapa dirinya, itu saja pesan yang aku dapat hari ini.” ujar gongchan.
“bodoh, itu yoo rim, aku yang memberitahu nomor handphonemu, dia ingin minta maaf padamu.” Seru sandeul cemas.
“mw..mwoya?!!” gongchan tersentak kaget mendengar ucapan sandeul, lalu melihat jam tangannya, sudah pukul 06:10 pm, dan ekspresi wajah chan langsung berubah cemas.
“dia pasti masih…” belum selesai sandeul berkata seperti itu, gongchan sudah mengambil jaketnya dan berlari keluar secepat mungkin untuk menyusul yoo rim.
Gongchan sengaja berlari karena dia tahu kalau naik bus akan sangat lama sampai disekolah, karena jarak sekolah dan studio latihan mereka hanya 10menit jika naik mobil, maka dia putuskan untuk berlari saja. gongchan berlari seperti orang gila, yang dipikirannya saat itu hanyalah apakah yoo rim baik-baik saja. Dasar gadis bodoh, kenapa kau tidak memberitahuku kalau itu kau. Gerutu chan cemas.
Saat dia sampai di taman itu dengan nafas terengah-engah, dia melihat yoo rim yang tertidur sambil memeluk lututnya di atas kursi taman. Gongchan menatap yoo rim dengan perasaan kacau. Antara senang, lega, sedih, dan kesal. Dia masih disini, dia masih menungguku datang, tapi kenapa dia bisa tertdur disini, sudah hampir malam, ini berbahaya. Batin gongchan, tapi dia tidak bisa marah saat melihat wajah yoo rim yang tertidur karena lelah. Gongchan duduk disamping yoo rim, dan melihat bungkusan cokelat yang di genggam erat oleh yoo rim.
“gadis bodoh! Bagaimana aku bisa untuk tidak memaafkanmu kalau begini.” Gumam nya, chan tersenyum senang, ada sesuatu yang hangat yang dia rasakan di hatinya.
Chan menyelimuti yoo rim dengan jaketnya, dan mengambil cokelat yang ada di tangan yoo rim, itu membuat yoo rim kaget dan terbangun.
“hai.. :D “ sapa chan dengan wajah sok imut.
“kau…!!! Kau pikir ini jam berapa hah? Kenapa baru datang?” seru yoo rim kesal.
“jeongmal mianhae.. Kau boleh marah padaku, aku tidak tahu kalau itu kau, aku pikir hanya orang iseng, habis kau tidak bilang kalau itu kau, saat sandeul memberitahuku, tanpa berpikir lagi aku langsung berlari kemari, aku takut kalau kau masih menungguku, ini sudah malam dan sangat berbahaya kalau kau sendirian. Aku..aku sangat mencemaskanmu.” Ujar gongchan dengan wajah menyesal, dia menatap mata yoo rim. Yoo rim tau kalau chan serius.
“padahal, aku sudah berencana untuk menghajarmu lagi kalau kau datang. Tapi, karena melihat kejujuranmu, aku tidak akan melakukannya.” Jawab yoo rim pura-pura ketus, padahal sebenarnya yoo rim gugup. Wajahnya merona merah, dan gongchan menyadari perubahan rona wajah yoo rim. Dia hanya tersenyum melihat tingkah gugup yoo rim.
“aku...minta maaf soal kemarin malam.” Seru yoo rim pelan.
“pipiku memar, kau ini ganas sekali..” kata gongchan pura-pura ngambek.
“iya.. makanya aku bilang maaf…aku akan memberikan satu permintaan padamu sebagai tanda permintaan maafku.” yoo rim sambil menghela nafas panjang.
“benarkah?” seru gongchan senang, sifatnya yang seperti anak kecil itu langsung muncul lagi. “kalau begitu, aku minta senyummu.” Kata chan lagi.
“haa? Kenapa senyumku?” Tanya yoo rim heran.
“kau, tidak pernah tersenyum padaku, jadi aku ingin, mulai sekarang dan seterusnya, jika aku tersenyum padamu, kau juga harus tersenyum padaku. Mudahkan?” pinta gongchan dengan wajah memelas.
“kau ini bercanda ya? Yang benar saja, alasanmu itu aneh sekali.” Gerutu yoo rim sambil membuang muka. Tapi chan masih tetap memandanginya dengan tatapan memelas penuh harap. Apa-apaan orang ini, kenapa dia selalu membuatku bingung seperti ini, padahal sebelumnya sangat usil padaku, tapi sekarang malah sok baik? Apa aku terlalu keras memukul nya kemarin sehingga dia jadi gila? Pikir yoo rim dalam hati.
“baiklah.” Ujar yoo rim karena tidak tahan melihat wajah memelas chan.
“hahaha..baiklah, aku memaafkanmu. Sekarang, coba tersenyum.” Pinta chan sambil tersenyum manis pada yoo rim, DEG! Entah kenapa yoo rim merasa gugup melihat senyum gongchan, baru kali ini dia melihat chan tersenyum begitu manis.
“aku tidak bisa..” jawab yoo rim malu, jadi dia hanya menunduk malu. Aku baru sadar dia ini ternyata manis juga, wajar saja penggemarnya banyak. Batin yoo rim.
“aaa…kau tidak boleh begitu, ayoo tersenyum.” Rengek chan,
“aku tidak mau..” tolak yoo rim.
“ayo tersenyum,,ayoo tersenyumm..” chan menggelitiki yoo rim agar dia tersenyum.
“hahaha..sudah hentikan, dasar bocah gila..geli.. hentikan..” seru yoo rim tertawa geli.
“begitukan lebih baik..hehehe” goda chan.
“hahaha,,dasar gila. Aku masih belum bisa berhenti tertawa gara-gara kau..hahaa” yoo rim masih tertawa karena rasa geli yang masih dia rasakan, sedangkan chan hanya menatap wajah gadis yang ada disampingnya ini sambil tersenyum bahagia.
Merasa kalau di perhatikan seperti itu, membuat yoo rim menunduk malu sambil tersenyum kecil. Akhirnya, aku bisa membuatnya tersenyum padaku. Beginikah rasanya melihat senyum dari orang yang kita suka? Benarkah aku suka padanya? Sampai bisa melihat senyumnya saja sudah membuatku sebahagia ini? gumam gongchan dalam hati.
“yoo rim..” panggil gongchan.
“ada apa?” jawabnya, padangan mata mereka bertemu dan keduanya terpaku, chan tersenyum padanya, dan entah kenapa tiba-tiba wajah gongchan semakin lama, semakin dekat dekat wajah yoo rim. Jantung mereka berdua sama-sama berdebar kencang. Yoo rim gugup, sehingga dia hanya bisa menutup matanya.
“yoo rim,,,” panggil seseorang, tentu saja itu membuat gongchan dan yoo rim menoleh seketika. Ada jinyoung oppa disana, di pinggir jalan, menatap yoo rim dan gongchan dengan nafas terengah-engah, kemudian disusul oleh sandeul, baro, dan CNU.
“ka..kalian mencariku juga?” Tanya yoo rim gugup.
“apa yang kalian lakukan?” Tanya jinyoung oppa kelihatan cemas.
“aaa..tidak, kami tidak melakukan apa-apa.” Jawab gongchan dan yoo rim bersamaan.
“apa yang akan kau lakukan pada yoo rim tadi?” Tanya jinyoung pada gongchan, tentu saja itu kedengarannya sangat aneh. Karena jinyoung terlihat sedikit kesal.
“hyung??” sandeul dan baro heran atas perubahan ekspresi jinyoung yang terlihat agak kesal begitu.
“a..aku.. aku hanya ingin memeriksa jangan-jangan dia demam.hehehe ” Jawab chan berbohong. “i..iyaa, dia benar.” Sambung yoo rim. Padahal aku hanpir saja menciumnya. Pikir gongchan. Suasana jadi canggung gara-gara pertanyaan jinyoung seperti itu.
“sukurlah kalau kau baik-baik saja. kau mengkhawatirkan kami semua, terlebih lagi aku.” Seru jinyoung yang tiba-tiba memeluk yoo rim.
Yoo rim terperangah kaget karna tindakan jinyoung yang sama sekali tidak terpikirkan olehnya. Terlebih lagi gongchan yang syok melihat hyung-nya memeluk gadis yang dia suka di depan matanya sendiri. Ada sesuatu yang tajam yang menusuk hatinya, tapi dia hanya bisa diam melihat semua itu.
“o..oppa..” kata yoo rim gugup.
“ah..maafkan aku, aku hanya cemas saja..mianhae... hehehe. Habis, kita semua mencemaskan kalian berdua, benarkan?” tanya jinyoung kepada sandeul, baro dan CNU, ekspresinya kembali seperti biasa lagi. Huuuh, mengagetkan saja. batin yoo rim.
“tentu saja, aku juga mencemaskanmu. Ibuku juga bisa membunuhku jika tahu terjadi apa-apa padamu.” Ujar sandeul sambil menghela nafas lega.
“ayo kita ke studio lagi, makanan masih banyak, tadi kita tinggal begitu saja.” ajak CNU dengan senyum menawannya, giginya itu lho..hahahaha xD
“benar, yoo rim pasti juga lapar, jadi ayo kita makaan..” seru baro tidak sabar.
“baiklah. Aku akan ikut kesana. Hahaha” jawab yoo rim.
Mereka berjalan kembali ke studio, karena tadi semuanya berlari, gara-gara melihat chan berlari seperti orang gila, mereka jadi ikut-ikutan panic dan cemas, makanya mereka langsung berlari begitu saja menyusul gongchan. Meski memang masih kalah cepat.
Yoo rim memperhatikan gongchan yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu, sehingga wajahnya muram. Sementara itu yang di perhatikan malah galau dengan pikirannya sendiri. Aku hampir menciumnya, aku benar-benar hampir menciumnya, tapi para hyung keburu datang, apa yang akan terjadi jika aku benar-benar menciumnya tadi? Jantungku tidak bisa berhenti berdebar. Gerutu chan dalam hati. Lalu dia menoleh kearah yoo rim yang sedang menatapnya heran kepadanya.
“kau kenapa?” Tanya yoo rim dengan suara pelan dan tatapan heran.
“ani..” jawab gongchan pelan.
“hampir saja….” keluh gongchan, sambil menghela nafas. Lalu dia menggigit bibir bawahnya sendiri. Dia tidak sadar kalau yoo rim medengar keluhannya, dan memperhatikan tingkahnya itu. Yoo rim tentu saja jadi malu bercampur kesal. Bocah tengik! Batin yoo rim.
PLAAAKKK!!! Yoo rim memukul kepala gongchan dengan tas ranselnya…
“YA!!! Sakit bodoh..!!! kau ini apa-apaan sih..” teriak chan kesakitan.
“itu hukuman untukmu,,,” gerutu yoo rim kesal.
“memang apa salahku…?!!” protes gongchan tidak terima.
“pikirkan saja sendiri…” ketus yoo rim dengan wajah kesal tapi merona merah.
“apa?? Aku tidak mengerti, memang apa salahku..” gongchan tetap tidak mengerti.
“bodoh, aku sudah bilang pikirkan sendiri, jangan Tanya aku…!!” jawab yoo rim.
Yang satu sibuk bertanya kesalahannya, yang satu tidak mau menjawab. Sepanjang perjalanan pulang ke studio yoo rim dan gongchan terus saja berdebat tanpa ada satupun yang mau mengalah. Bagaimana dengan member lain? Ya, sandeul hanya bergumam “mereka berdua ini selaluuu saja berisik” sambil menghela nafas panjang. Sedangkan jinyoung hanya berkata “syukurlah yoo rim baik-baik saja” sambil terus tersenyum bahagia, seolah-olah author bisa melihat bunga-bunga yang bertebaran di sekelilingnya. =__=!
Lain lagi halnya dengan CNU dan Baro, mereka hanya memikirkan “apa yang ingin aku makan duluan ya? Ayam goreng atau pizza? Taukah harus menelepon 14045 dan 14022 secara bersamaan karena kami sedang ingin makan sepuasnya??” dan author rasa mereka berdua benar-benar sudah kelaparan...ckckckck T^T
Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya???
Tunggu part selanjutnya ya.. :D
Semua akan terasa lebih seru...Hahahahaha *hanya menurut author*
To be continue~


0 komentar:
Posting Komentar