Minggu, 29 Januari 2012

#FanFiction --> I Hate Say Love to You (Chapter-1)

© Original Credit  by @ginnaYua a.k.a Rubiee

I  Hate Say Love to You


Main Cast : Gong Chan Shik  & Park Yoo rim  (“author”)
Support Cast : Jin young, Sandeul, Baro, CNU.
Author Note : FF ini karya pertamaku tentang B1A4, khusus hari ini aku nyelesain chapter-1 dulu, sisa nya nanti yaa nyusul.  Chanie kan harus pulang juga, masa dibiarin kerja mulu, kasian eke dong yaa. . .hahaha  :D  *Plakk
Ga semua anggota muncul di chapter ini,  jadi tunggu episode selanjutnya yaa~
Gomawo chingu udah mau baca, yang mau komen malah lebih bagus lho, biar jadi masukan ide baru, ditunggu lhooo..  (^.^~) *Lambai-lambai sapu tangan*
*********

Chapter  1 à Gedubrak!!

Pagi itu, di SMU  Seoul, keadaan tenang dan damai, semua orang menikmati udara pagi dan menyambut sang mentari dengan wajah dan senyum bahagia. Tak ada kegaduhan, belum tepatnya, sampai ada seorang gadis berambut coklat yang tengah berlari menggunakan sepatu rodanya dengan sangat kencang, dia tidak  perduli akan bahaya yang bisa dia timbulkan.
          “Sedikit lagi, Minggir! Awas, Minggir!” Teriakknya dari jauh agar tdak ada satu orangpun yang tertabrak.
          “ Kyaa” 
          “Fuwaaa”
Begitulah kira-kira semua gadis dijalan berteriak karena kaget. Yoo rim berusaha mengerem sepatu rodanya saat sampai di gerbang sekolah, tapi tidak bisa karena dia terlalu ngebut, dan kecelakaan hebat pun sudah tak terelakkan lagi, dinding pagar sekolah yang jadi korban.
           “kau baik-baik saja?” Tanya seorang cowok yang mendekati yoo rim, cowok itu langsung memeriksa dahinya untuk mengecek apakah yoo rim terluka atau tidak.
Yoo rim mendongak keatas untuk melihat wajah orang yang sedang mengulurkan tangan untuk membantunya ini. “Haaa…?” gadis itu syok saat tahu siapa cowok itu.  Dengan wajah bengong karna gak percaya, dia tetap menerima uluran tangan dari cowok tersebut.
Ya iyalah diterima, masa kagak, bego amat si yoo rim, author aja mau banget, orang yang nolong itu cowok ganteng, keren, cool, dan sangat populer disekolah ini, siapa lagi kalo bukan Jinyoung oppa. Kyaaaaa >,<  *author  guling2*.
#Plaakk di tampar emak. =__= .  Lanjut.
          “Park Yoo Rim, hati-hati kalau naik sepatu roda, jangan terlalu ngebut, berbahaya. Sudah ya, sampai jumpa.”
Jinyoung menasehati yoo rim sambil tersenyum bak seorang malaikat, cowok keren satu ini emang terkenal paling perhatian di antara B1A4 lainnya, sehingga banyak sekali gadis yang klepek-klepek dibuatnya. *admin meleleh*
Yak! Kembali ke cerita sebelum plotnya mulai ngawur.  =__=
Selama dikelas yoo rim hanya bisa bengong memikirkan hal tadi. Apa aku bermimpi? Mimpikah aku? Jinyoung oppa. Oh tuhan, apa ini nyata? Seseorang tolong sadarkan aku, pukul aku! Tolong pukul aku!. Batin yoo rim dalam hati, tanpa dia sadari.
PLAKKKK!!!
Sebuah penghapus papan tulis melayang dan mendarat tepat di dahinya.
          “Aigoo! sakit sekali” yoo rim meringis kesakitan, dan semua teman sekelasnya tertawa.
          “jadi, kau sudah terbangun, wahai tuan putri?”  Tanya Sonsengnim  sejarahnya yang terkenal amat killer itu. Karna takut yoo rim hanya mengangguk.
          “KALAU BEGITU PERHATIKAN !! ARASO?! SEKALI  LAGI, AKU USIR KAU KELUAR!!!.” Sonsengnim itu marah-marah.
          “N..ne..” yoo rim ketakutan, Sonsengnim itu melanjutkan pelajarannya, sedangkan yoo rim hanya memandanginya dengan tatapan masam. Akan aku kempeskan tubuh bulatmu itu wahai Sonsengnim medusa. Yoo rim menggigit pensilnya karena kesal.
****
Yoo rim, Min ah, dan zee sedang menuju kantin, mereka bertiga berlari-lari sepanjang koridor. Bruugh!! Lagi-lagi yoo rim menabrak orang untuk yang kesekian kalinya.
          “Auuuwww…sakit sekali !!!” teriak orang itu.
          “Ma…maaf. Aku benar-benar tidak sengaja.” Seru yoo rim cemas.Lalu mulai bengong lagi saat tahu yang dia tabrak itu adalah Gongchan, magnae B1A4 yang akhir-akhir ini jadi pusat pembicaran banyak gadis. Dia kan salah satu member B1A4, kalau tidak salah dia ini gongchan. Si magnae, dia adik kelasku ya? Tapi kenapa dia lebih tinggi dariku?. Yoo rim terus memperhatikan gongchan. Kalo author mah, mungkin langsung meluk.  Kyaaa Chanie~ !!  >__<
Security, tolong! Author mulai stress.
          “apa kau lihat-lihat!!” bentak gongchan. Tentu saja gadis manis itu jadi kesal di perlakukan seperti itu.
         
          “heh, aku kan sudah minta maaf, kau itu lebih muda, harusnya menghormatiku, aku ini seniormu.” Yoo rim balas membentak gongchan.
          “yoo rim, sudah..ayo kita pergi saja.”  Min ah mulai cemas dan berusaha menarik yoo rim pergi, tapi gadis itu cukup kuat untuk menahan dirinya.
          “sudahlah, kita hanya menghabiskan waktu saja bertangkar dengannya.” Zee menambahi. Kedua gadis itu memang tidak suka keributan, mereka lebih memilih mengalah dibanding dapat masalah. Berbeda dengan yoo rim yang keras kepala, gengsinya terlau tinggi untuk di lunturkan.
          “apa? Memanggilmu senior?” gongchan mengernyitkan dahinya sampe muncul 10 lipatan. Apa tidak salah? Memanggil gadis buta ini senior? Jelas-jelas dia lebih kecil dariku. Padahal semuanya memanggilku dengan sebutan oppa meski mereka lebih tua. Ahemm!! *nyindir* .
Yoo rim mulai bingung saat gongchan mendekatkankan wajahnya.
          “ka..kau mau apa,,hah..?” gadis itu berusaha galak meski dia gugup.
          “jangan pernah bermimpi untuk menyuruhku memanggilmu senior.” Ujar gongchan.
          “oh ya?! Baiklah kalau begitu, akan ku buat kau memanggilku senior.” Ancam yoo rim yang sudah kesal dibuat chanie~
          “ Ter-se-rah” gongchan tetap meremehkan yoo rim. Memangnya gadis seperti kau bisa apa? Paling sebentar lagi kau terpesona padaku dan berteriak-teriak menyebut namaku. Batinnya.  “sudahlah, aku masih banyak urusan.”  Gongchan mengibaskan tangannya, lalu pergi meninggalkan yoo rim dan teman-temannya.
          “awas kau bocah tengik!” gerutu yoo rim, dia dan teman-temannya pergi menuju kantin, tapi dia sudah kehilangan nafsu makannya gara-gara kesal. Saat sedang berbicara tentang fashion terbaru, yoo rim heran kenapa teman-temannya terdiam. “Boo…!!!” 
          “Kyaaaa…” teriak yoo rim, seseorang mengagetkan yoo rim dari belakang.
          “hahahaha….dasar  penakut.” Ejek  Sandeul yang kemudian duduk disamping  yoo rim.
          “Lee jung Hwan…!!! Apa kau belum puas jika aku belum mati, hah?!” yoo rim menunduk menahan kesal, ingin sekali rasanya dia menjambak-jambak rambut teman kecilnya itu, dan menonjok mukanya.
          “Huwee~… Park Yoo rim marah, uuh aku takut…hahahaha”  sandeul pura-pura ketakutan dengan ekpresi yang  sangat alay  *TING!! #IngetSeseorang. (-__-”!).
          “Apa sih?!” seru  yoo rim dengan ketus.
          “dia kenapa?” sandeul yang heran pun akhirnya bertanya pada min ah dan zee, tapi mereka hanya menggeleng-gelengkan kepala.
          “eh,  hari minggu besok kau punya acara tidak? Besok umma pulang dari jepang, dia mau mengadakan barbeque dirumah, dia bilang undang  teman dekatku, makanya aku juga ingin kau datang, umma bilang dia punya oleh-oleh untukmu.” Bujuk sandeul.
          “ahjumma ini, selalu saja merepotkan diri memberikanku oleh-oleh, aku saja tidak sesering itu memberikannya hadiah.” Yoo rim merasa sedikit bersalah atas kebaikan ibu sandeul.
          “yaah, kau tahu sendiri kalau umma itu selalu menganggapmu anaknya, kita ini kan harusnya memang saudara, aku rela jadi kembaranmu. Hahaha” goda sandeul. Mereka memang sudah seperti saudara sejak kecil, itulah kenapa mereka bersahabat sampai sekarang.
          “Dasar gila, hahaha. Baiklah, aku akan datang.” Yoo rim setuju untuk ikut.
          “oke, hari minggu, jam 7 malam ya.” Kata sandeul mengingatkan. Lalu dia pergi untuk kembali kekelasnya. Sedangkan yoo rim kembali tertawa bersama teman-temannya membicarakan masalah fashion, drama, gossip, sampai cowok, biasaa perempuan.
Disisi lain, tanpa yoo rim sadari, diam-diam ada seorang cowok manis dan imut yang berdiri di sebelah vending machine sedang memperhatikannya dari jauh.
          “jadi, gadis buta itu juga akan datang? Heh, kurasa akan terjadi hal yang menarik nanti. Hahaha, awas kau gadis jelek!.” Seru orang itu tertawa penuh arti, gongchan punya rencana untuk menjahili yoo rim. Ya, cowok itu adalah chanie~
 Ternyata  dia dari tadi menguping pembicaraan sandeul dan yoo rim sambil minum soda, cara meminumnya begitu keren, ada sedikit air soda yang mengalir ke dagu gongchan, tapi langsung di lap dengan lengannya.  Andwae!!!  >, <   ijinkan aku membersihkannya untukmu..
#Kyaaa~  !#%*?@$.
Bagus security! Sumpel mulut author yang bawel minta ampun ini.

To be continue~

0 komentar:

Posting Komentar