Pearl : "Nubii.....!!!"
Nubi : "ada apa??" [heran]
Pearl : "aku dan ruu sudah berteman lagi,,dia tidak marah padaku,,kupikir marah..hehe"
Nubi : "baguslah...jadi kau tidak galau galau ga karuan gitu lagi kan?"
Pearl : [murung] "masih sedikit..."
Nubi : "ada apa sih,,masalhmu ini banyak sekali yaa... (-___-") "
Pearl : "aku mau tanya,,apa yang akan kau lakukan jika kau punya masalah rumit seperti aku..??"
Nubi : "hmmm...pura-pura tidaak ada apa-apa saja.. :D "
Pearl : "nubiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..aku serius "
Nubi : "hehehehehe..maaf, aku tidak tau sih harus bilang apa.."
Pearl : "apa kau tau cara membunuh dirimu sendiri tanpa harus mati..??"
Nubi : "haaah??!!! kau gilaa yaa??"
Pearl : "yaah,,gila karna kamu..hahaha"
Nubi : "anak ini.. :0 ,,,aku tau,,amnesia saja..maka kau akan jadi orang lain ataupun orang baru"
Pearl : "bagaimana caranya??"
Nubi : "kau benar2 ingin amnesia??" [kaget]
Pearl : "hanya sebagian saja,, :D"
Nubi : "sadarlah...jangan gilaa,kau ini.."
Pearl : "sudah tak ada yang perduli lagi padaku, jadi biarkan saja.."
Nubi : "aku perduli kok,,,kan kita sahabat"
Pearl : "nubi,,,kau memang teman baikku..." [senang]
Nubi : "maka dari itu,,,aku peduli padamu...kapan kau bisa kembali tersenyum dengan benar??
Pearl : "maksudmu????"
Nubi : "ada sesuatu yang berbeda..dari senyummu itu..bukan begitu caramu tersenyum..seperti orang mau nangis saja,,tersenyumlah lebih lepas lagi..cerialah..."
Pearl : "nubii,,,apa benar2 terlihat jelas ya??"
Nubi : "tentu saja..kau berbeda...bola mata itu juga,,seperti ketakutan trz,,kau bukan anak kecil lagi yang harus dijaga,,kalau tidak ada yang peduli padamu, setidaknya perdulilah pada dirimu sendiri..."
Pearl : "lantas aku harus apa??" [terdiam kaku]
Nubi : "kembalikan senyummu yang sebenarnya.."
Pearl : ".....baiklah, aku janji..nanti saat aku sudah menemukan alasan untuk bisa tersenyum dengan baik lagi..aku akan selalu tersenyum seperti itu.. >_<" [terharu]
Nubi : "cepatlah temukan alasan itu..."
Pearl : "iya,,,aku juga berharap begitu,,,"
pearl terharu atas apa yang telah nubi katakan,,,sahabat sejati memang harus begitu..
nubi mengacak-acak rambut pearl yang sedang duduk termangu..
pearl memikirkan apa yang akan dia lakukan,,,dimana dia harus mencari sebuah alasan??
alasan yang mampu membangunkannya,,,dan menyadarkannya..
kapankah alasan itu bisa dia temukan??
to be continue...

