I Hate Say Love to You
Main cast : Gong Chan Shik & Park Yoo rim (“Author”)
Support cast : all member B1A4.
Chapter – 2 à Barbeque . . . !!!
“ne, aku siap!” gadis itu berlari-lari dari kamarnya ke ruang tamu.
“kau ini selalu saja!” umma yoo rim sudah tahu kebiasaan anaknya ini, selalu saja ngaret. Yoo rim hanya cemberut sambil memakai sepatunya.
“aku pergi dulu ya..” yoo rim pergi setelah mencium ibu nya.
Di luar sudah ada sebuah Volvo hitam milik sandeul yang terparkir tepat di depan pintu pagar, sang pengemudi menatap yoo rim yang sedang berlari megitari mobil dan masuk ke kursi penumpang disebelahnya dengan wajah cemberut. Coba yang bawa mobil itu chan, pasti author bakal langsung duduk disamping nya sambil meluk tangan chan. Kyaaa!! Chani!! >__< *author mulai sarap!*
“maaf.. hehehe” gadis itu cengengesan.
“gara-gara kau, wajah tampanku bisa lumutan tahu!” menggerutu. Kalau bukan karena ibunya dan kalau bukan mengkhawatirkan yoo rim karena ini malam hari, dia pasti lebih memilih diam dirumahnya.
“memangnya sejak kapan kau tampan? Waah ada coklat. Minta yaa.” yoo rim bertanya sok polos, tanpa memperdulikan sang pengemudi yang berwajah masam karna ucapannya dia terus saja menguyah coklat yang dia temukan di mobil sandeul.
“dilihat dari manapun, aku ini tampan!” sandeul tidak mau kalah.
“kau itu pesek, matamu terlalu sipit, pipimu bulat, kau itu cerewet, tukang jahil, dan suka sok tampan” yoo rim terus saja berkomentar sambil mengunyah coklat dengan wajah tanpa dosa. Mian!! Author bercanda kok! =___=” sandeul ga gitu, beneran deh. *peace* *kibar2 bendera putih* hehehe (^__^!) *takut ditabok fans sandeul* .
“ya!! Kau menghabiskan coklatku..!!!” seru sandeul yang akhirnya sadar. Lemot amat sih, sandeul!! Masa kagak lihat tu coklat udah hampir habis satu toples. Ckckckck -__-“
“uupss” menutup mulut. “hehehe, nanti aku ganti kalau aku ingat.” Yoo rim cengengesan melihat wajah sahabatnya itu masam.
Mereka sampai di rumah sandeul, belum ada yang datang. Tentu saja! undangan ternyata jam8, tapi sandeul menyuruh yoo rim datang jam7 karena ingin menyuruh nya membantu pekerjaannya. Dasar pemalas! Aku kan juga tamu, kenapa aku jadi ikut-ikutan menyiapkan daging? T^T . Batin yoo rim. Sandeul sepertinya senang karena pekerjaannya jadi lebih sedikit. Dia tersenyum penuh kemenangan melihat wajah masam sahabatnya itu.
“Yoo rim, kau tambah cantik saja. 5bulan tidak bertemu aku sangat merindukanmu. Putriku yang cantik” Kata umma sandeul memeluk yoo rim.
“aah, bibi ini. aku juga merindukanmu. Bagaimana liburanmu? Menyenangkan?”
“sangat. Aku punya oleh-oleh untukmu, aku menemukannya saat aku jalan-jalan ke sebuah butik. Ayo ikut aku.” Umma sandeul mendorong yoo rim masuk ke kamarnya.
“umma~ dia harus membantuku.” Protes sandeul.
“kau ini malas sekali. Sana kerjakan sendiri dulu, sebentar saja.” gerutu umma sandeul. Sepertinya dia lebih sayang sama yoo rim ketimbang sandeul. Yang tabah ya nak~ T__T
Untuk apa aku menjemputnya cepat-cepat kalau akhirnya aku harus kerja sendiri lagi. T^T sudah menghabiskan coklatku, malah tidak membantuku. Huaaa~. Begitulah kira2 jaritan hati sandeul.
Ditempat lain, dirumah yang sama, tepatnya dilantai dua, kamar umma sandeul. Yoo rim terpaku didepan kaca melihat parasnya yang cantik itu. Dia mendapatkan pakaian ini dari umma sandeul, setelah itu dia di dandani, kuncir rambutnya di lepas, dengan sedikit make up tipis, dan lip gloss pink, dia terlihat sangat manis, dia tidak percaya kalau gadis manis di kaca itu adalah dia. Hahahaha, yoo rim itu manisnya sama kayak author lho! Hahaha xD #plakk
*dilempar sepatu sama security!!*
“Bagaimana??” Tanya yoo rim pada sandeul saat dia turun ke bawah. Sandeul melihat yoo rim dari atas sampai bawah. Dia tersenyum, setelah itu kembali cemberut.
“wae? Kasih komentar dong!!” seru yoo rim sambil menarik-narik lengan baju sandeul.
“iya, iya kau cantik.” Sandeul menghela nafas panjang.
“kau masih kesal padaku? Jeongmal mianhae…sebagai gantinya aku akan memberikan semua coklatku padamu..” yoo rim berusaha membujuk sahabattnya itu.
“jinja?? Waah, kau ini memang cantik sekali. Hahahahaha” sandeul tertawa lebar penuh kemenangan saat mendengar bujukan yoo rim. Akhirnya, coklat dari paris yang umma belikan untuk yoo rim jadi milikku. Yeaahh!! Seru sandeul dalam hati dihiasi dengan air mata terharu karena usahanya berhasil.
Yoo rim hanya menghela nafas saat melihat eksresi bahagia sandeul. Kenapa aku seperti melihat ada air terjun yang berkilauan di belakang makhluk aneh ini ya?!! Batin yoo rim.
TING TONG !!!
Bel berbunyi . . .
Sandeul berlari membukakan pintu, sedangkan yoo rim pergi ke toilet, semua undangan sudah datang, tidak banyak, hanya anggota B1A4 dan 2 orang wanita cantik, salah satu nya adalah model yang sedang bekerja sama dengan mereka untuk pembuatan MV berikutnya. Kalau yang satunya lagi adalah Yuuko, gadis blasteran jepang, korea, jerman, dan Indonesia yang jadi gebetannya si sandeul. yaa ampun~ banyak banget ya campurannya!! Ga tau deh bentuknya gimana.. (-__-!)
Yoo rim keluar dari toilet, saat dia menuju ruang tengah untuk ikut berkumpul, ada seseorang yang menarik perhatiannya, cowok itu mengahadap ke rak buku, sepertinya dia sedang melihat-lihat buku disana. Itu siapa? Aku tidak bisa melihat wajahnya, gayanya keren sekali, melihat punggung nya saja aku sudah tahu kalau dia ini pasti sangat tampan. DEG! Hati yoo rim tiba-tiba saja berdebar-debar saat memperhatikan cowok itu.
Dia melihat CNU oppa sedang berjalan mendekati orang itu.
“saeng, apa kau melihat jinyoung?” Tanya CNU oppa pada orang itu.
“entahlah hyung, aku tadi lihat dia pergi ke arah dapur.” Yoo rim terbelalak kaget saat orang itu membalikkan badannya. Mana mungkin bisa!! Batin yoo rim. Kenapa bisa dia?! Yoo rim tetap memprotees didalam hati. Rambut hitamnya yang lurus, Senyum manisnya, tatapan lembutnya, gaya bicaranya yang imut, siapa lagi kalau bukan pacar ku. Chanie!!
Kyaaaa!! Chanie~ah saranghae…!! >__< #Tuiiing *ditendang keluar sama security!!
Karna takut dilihat oleh gongchan, yoo rim langsung membalikkan badannya, dan berjalan menunduk agar wajahnya tidak terlihat. BUGH!! Yoo rim menabrak seseorang. Lagi!!
“park yoo rim?” panggil orang itu.
“oppa..” yoo rim kaget karna ternyata itu jinyoung oppa, tapi kenapa setiap bertemu harus tabrakan dulu? Entahlah, coba tanyakan pada yang maha kuasa. *author angkat tangan*
“ternyata benar ini kau, wuaaah kau cantik sekali.” Seru jinyoung oppa terpesona. Kyaaa!! Di puji sama jinyoung oppa. Makasii oppa!! xD *author meleleh saking senengnya*
Bukan kamu lho yang dipuji! Bukan kamu!! =__=”
"hyung…” gongchan mendekat ke tempat jinyoung.
“tadi hyung shinwoo men..cari..mu..” gongchan tidak percaya akan apa yang dia lihat barusan. Gila! Ini cewek jatuh dari langit mana? Kok bisa cantik gini? Tapi, kenapa wajahnya tak asing lagi? Chan memangdangi yoo rim tanpa berkedip sedikitpun. Sedangkan yang di pandangi hanya mampu menunduk malu, dia tidak berani menatap wajah chan.
“baiklah, aku permisi dulu. Sampai nanti yoo rim.” Ujar jinyoung. Mampus! Kenapa jinyoung oppa pake nyebut nama aku sih? Yoo rim jadi salah tingkah berdua saja dengan chan disana. “permisi” yoo rim ingin pergi, tapi chan menarik tangannya.
“ini menarik, si buta bisa berpenampilan begini juga ya ternyata, hahaha” tawa chan.
“bukan urusanmu!” bentak yoo rim kesal, suasana hatinya langsung buruk.
“wuaa..jutek banget deh!” gongchan malah tambah semangat menggoda yoo rim.
“sana pergi!!” usir yoo rim. Dasar bocah tengik! Semoga kau cepat botak!. Yoo rim mengutuk di dalam hati.
Yoo rim pergi mendekati baro dan CNU yang sedang asyik bermin game, dia pikir akan cepat tua bila terlalu lama di dekat chan. Lebih baik ngobrol sama baro oppa dan CNU oppa. Pikir yoo rim. Dia tidak tahu kalau gongchan tak melepaskan pandangannya sedikitpun darinya. Dia, kenapa bisa jadi semanis ini? hahaha, sadarlah chan, dia itu hanya gadis menyebalkan yang telah berani menantangmu. Dasar bodoh! Kenapa rasanya jadi meyenangkan begini. Hahaha, aku berdebar-debar!! Apa aku suka? Tidak mungkin.aku tidak segila itu. Berpikir keras. Ya, aku pasti hanya senang bisa menjahilinya. Itu alasan yang paling masuk akal.!!! Batin Gongchan sambil terus tersenyum-senyum sendiri.
“kalian main apa?” Tanya yoo rim.
“ini…” tunjuk baro sambil cengar-cengir. Apa? Monopoli? Yang benar saja, mereka ini umur berapa ya? Kata Yoo rim dalam hati. dia tidak habis pikir, lalu dia melirik CNU oppa berharap mendapatkan penyangkalan atas apa yang dia lihat. Tapi, cowok satu itu yang terkenal cool pun hanya cengar-cengir kuda sok imut. Hah? Mereka ini konyol. Yoo rim geli sendiri memikirkannya. Da hanya tertawa kecil dan kembali menonton mereka bermain.
~ I don’t care, geumanhallae niga eodieseo mwol hadeon ~
~ ije jeongmal sanggwan anhalge bikyeojullae ~
Tiba-tiba terdengar music yang berasal entah dari handphone siapa.
“Baro…” kata CNU oppa.
“ada apa hyung? Handphone ku?” Tanya baro.
“siapa lagi?” seru CNU oppa heran. Ih baro sesuatu deh, lupa ringtone sendiri. -__-*
“dimana aku meletakkannya ya? Bantu aku mencarinya.” Kata baro pada yoo rim.
Mereka mencari disekeliling sofa, dibalik bantal, di tong sampah, sampai di tumpukan kaset game. Lalu yoo rim melihat sesuatu di bawah kolong sofa, dia berusaha menggapainya tapi kalah cepat, handphone itu sudah duluan di ambil gongchan. Dia ini datang lagi! Gerutu yoo rim dalam hati.
“ini hyung, ada di bawah sofa.” Gongchan memberikan handphone itu ke baro.
“gomawo, Turtle. Hehehe” seru baro senang.
“hyung, aku tidak suka di panggil begitu.” Gongchan ngambek.
Hahahaha. Turtle? Cocok sekali, otaknya lambat sih. Seru yoo rim dalam hati.
“hey! Kenapa kau tertawa, hah? Tidak ada yang lucu. Dasar nenek tua jelek.” Gerutu gongchan. Sejujurnya dia malu kalau yoo rim tahu dia selalu dipanggil turtle.
“apa kau bilang?! Dasar bocah tengik. Kau pikir kau ini tampan? Seenaknya saja mengejek orang.” Balas yoo rim tidak mau kalah.
“nenek tua ceroboh!” chan mulai emosi
“bocah cengeng!” yoo rim juga sama emosinya.
“selalu saja menabrak orang. Dasar nenek sial!”
“oh, ya?! Dasar bocah tidak sopan!”
CNU dan Baro hanya duduk bengong menyaksikan pertengkaran dua orang yang sama-sama keras kepala itu dibelakang mereka. Mereka bertengkar dengan serunya.
“MENYEBALKAN!!!!” teriak gongchan dan yoo rim bersamaan. CNU dan Baro pun akhirnya melerai mereka yang mungkin saja bisa sampai baku hantam. Yoo rim dan gongchan ngosh-ngosh.an kayak abis lari marathon 12km, berantem itu capek ya ternyata?!
Tapi kalo author mau aja baku hantam sama chan, dikejer gongchan, ga lari (^_^)/, di tangkep gongchan, bales meluk (^_^)/ , dicium chan, author pingsan!! *__*.
Yak, mending lanjut sebelum author dikeroyok masa..!!!
“kalian berdua ini sama saja, sudahlah jangan bertengkar.” Kata CNU menengahi.
“tapi oppa, dia ini..”
“tapi hyung, dia ini..”
Seru yoo rim dan gongchan bersamaan, dan itu hanya membuat CNU menghela nafas.
“heh, aku tidak tahu dikehidupan masa lalu kalian ini musuh bebuyutan, atau apa, tapi bisakah berhenti sejenak pertarungan kalian? Kita ini mau bersenang-senang.” Seru baro. Kata-katanya berhasil, tapi yoo rim dan gongchan masih saling tatap dengan wajah kesal.
~ I don’t care, geumanhallae niga eodieseo mwol hadeon ~
~ ije jeongmal sanggwan anhalge bikyeojullae~
Lagi-lagi handphone baro berbunyi.
“ya tuhan…!! Apa lagi sih ini !!” Gerutu baro sambil mengecek handphonenya.
“MWOYA??!!!” seru baro histeris.
“ada apa?!!” Tanya kami berempat penasaran. Baro hanya melirik kami satu persatu. Lalu dia cengar-cengir sok imut lagi, aneh sekali.
“hehehe..ada 5 pesan dari nomor yang tidak ku kenal. Paling hanya penggemar iseng yang entah dari mana mendapat nomor handphoneku.” Kata baro santai. kami semua merapat karena penasaran, lalu ikut-ikut membaca isi pesan itu.
Pesan 1 :
Annyeong oppa?
Pesan 2 :
Hi, baro ya? Lagi apa?
Pesan 3 :
Eh, L3h kn4LaN G4x NicH ??
Pesan 4 :
Oppa, aku suka sekali foto terbarumu!! >__<
Pesan 5 :
Aku.. Akuu.. Aku bisa mati karena melihat postermu! Kyaa!! >,<
mereka berempat hanya bisa mengernyitkan dahi saat membaca message yang seperti datang dari para alien. -__-! Tapi baro hanya tertawa melihat pesan yang dia dapat.
“kau ingin membalasnya?” Tanya CNU
“yang benar saja hyung,,??” gongchan ikut-ikutan bertanya.
“hahaha..masa bodoh dengan mereka.” Otak jahil baro pun mulai bekerja.
Balasan Pesan Baro . . .
Pesan 1 :
ini appa-nya!!! Sudah saya katakana, tolong jangan ganggu kehidupan putri saya lagi !!!
Pesan 2 :
Maaf, Saya lagi dikantor polisi, ini darurat! Bisa tolong kirimkan saya pulsa secepatnya?
Pesan 3 :
K4mU d4r! pL4n3tZ m4n4 s!ch, kox b4Ha$4nY4 4L4Y b3udH…?
$4y4 pUz!nX n!3cH b4C4 n4. . . !!!
Pesan 4 :
Udah aku bilang! Kita putus!! Jangan pernah hubungi aku lagi Marimar!!
Pesan 5 :
Baiklah, akan ku telpon pemadam kebakaran untukmu segera!!!
Hanya satu yang ada dipikiran mereka bertiga. Baro ini ternyata sarap!! Ckckckck -__-“
“dasar kau ini.” seru CNU yang tertawa melihat tingkah iseng baro.
“hei, ayo kita keluar!! Semuanya sudah siap.” Panggil sandeul
Saat sedang asyik membakar daging dan beberapa sosis, yoo rim melihat model yang bernama Chaerin itu sedang bersikap manja pada jinyoung oppa, dia bertingkah sok imut, dan pura-pura keseleo sehingga oppa jinyoung harus memapahnya sampai ke tempat duduk. Padahal itu hanya acting, dan gadis itu tersenyum mengejek kearah yoo rim. Apa-apaan sih gadis itu! Seenaknya mencari kesempatan, dasar siluman rubah. Menyebalkan!!! Gerutu yoo rim dalam hati.
Dia semakin kesal saat melihat oppa jinyoung yang begitu mempedulikan gadis itu. Saking kesalnya, tanpa sadar yoo rim menusuk-nusuk daging yang ada di pemanggangan dengan spatula. Dia tidak tahu kalau gongchan berdiri disampingnya. Gadis ini kenapa sih? Dagingnya bisa gosong semua kalau begini. Seru gongchan heran, lalu chan melirik kearah yang menjadi perhatian yoo rim, dia melihat oppa jinyoung yang sedang mengurus chaerin yang kelihatan (pura-pura) kesakitan. Apa dia cemburu? Pikir gongchan. Ah, tidak asik kalo benar iya. Gerutunya dalam hati.
“kebakaran…!!!” teriak chan di telinga yoo rim.
“huaaa…” teriak yoo rim kaget.
“hahaha..aku hanya bercanda.” Chan tertawa geli.
“kau ini, aku bisa mati kaget gara-gara kau.” Gerutu yoo rim.
“ya jangan sampai mati dong.” Jawab chan sambil memindahkan daging ke piringnya.
“bukannya kau yang ingin aku mati.” Jawab yoo rim ketus, lantas melirik lagi kearah jinyoung oppa yang masih tertawa bersama chaerin. Dia juga ingin bicara pada jinyoung.
Gongchan memperhatikan yoo rim, dan berpikir untuk mengalihkan perhatiannya.
“kalau kau mati, aku bisa membangunkanmu lagi, seperti di cerita dongeng…” kata chan sambil memindahkan smua daging ke piringnya. Makannya banyak banget!! -__-*
“memangnya bagaimana?” Tanya yoo rim yang menoleh kearah chan lagi.
“dengan ini….muaaahh..” seru gongchan seolah-olah mencium bibir yoo rim, padahal tidak. Dia hanya melakukannya dalam jarak yang dekat untuk menggoda yoo rim, setelah itu dia pergi sambil tertawa dengan piring penuh daging. Tentu saja itu membuat yoo rim terdiam karena kaget dengan wajah merona merah. Jantung gadis itu berdeta dengan sangat cepat, dia gugup setengah mati. Awas kau bocah tengik! Kutuk yoo rim. Dia berusaha menenangkan diri dengan menarik nafas panjang. Lalu ingin melanjutkan memanggang, dan kemudian dia syok melihat panggangannya kosong.
“GONG CHAN SHIK…..!!!” seru yoo rim kesal.
“uuppss..ketahuan..” gongchan mulai bersiap-siap untuk kabur dengan piring dagingnya dari yoo rim.
“ya!!.. jangan kabur kau bocah tengik!!” teriak yoo rim,,
“huaaaa….” Teriak gongchan ketakutan melihat yoo rim yang mengejarnya dengan spatula. Yoo rim rasanya benar-benar ingin membunuh gongchan malam itu.
“hey hey hey….hentikaaan…” CNU, Baro, Jinyoung, dan Sandeul pun ikut2an mengejar mereka berdua.
Jadinya mereka kejar-kejaran deh, gongchan kabur dengan piring penuh berisi dagingnya, Yoo rim mengejar gongchan karena kesal dan ingin menghajarnya, sedangkan empat member lainnya mengejar yoo rim untuk menyelamatkan gongchan dari tragedy pembunuhan. Padahal jelas-jelas kalo gongchan mati, cerita ini bakalan langsung tamat..ckckckck -__-
So, bagaimanakah nasib gongchan selanjutnya???
Akankah dia berhasil kabur dari kejaran yoo rim..??
Tunggu cerita selanjutnya ya.. ^^
Jangan lupa dikomen… :D Author permisi dulu.. gamsahamnida.. *bow*
To be continue ~


0 komentar:
Posting Komentar