Minggu, 29 Januari 2012

#FanFiction --> I Hate Say Love to You (Chapter-4)

© Original Credit ™ by @ginnaYua a.k.a Rubiee

I Hate Say Love to You


Main Cast        : Park Yoo rim (“author”) + Gongchan + Jinyoung  + Sandeul
Support Cast   : Baro + CNU
Author Note    : Maaf ya, ngaret lama… -__-!
Terlalu banyak rencana yang dipikirin.  *berantem ama security*
Hahaha…kalo boleh ngasih saran, coba deh kalian baca yang chapter ini sambil dengerin lagunya B1A4 yang “Only one”.
Menurut author sih bakal kena banget…!!  \m/
Soalnya, pas bikin ff ini, lagu itu yang author jadiin soundtracknya.
Hehehe… \ (^__^)/ selamat membaca.

Chapter  4 à Galau !!!
Saat semua orang bilang kalau ini gila, dia bilang kalau itu nyata. Saat semua orang bilang kalau itu lelucon, dia bilang kalau apa yang dia rasakan serius. Dia sangat yakin akan perasaannya, dia tahu kalau semua ini kedengarannya gila dan tidak masuk akal tapi dia benar-benar jatuh cinta pada seorang gadis yang dia benci dalam waktu 1minggu. Bukannya baru bertemu, sebenarnya chan sudah pernah bertemu yoo rim beberapa kali secara tidak langsung karena yoo rim pernah di undang sandeul datang saat pembuatan salah satu MV mereka, dia hanya tahu kalau yoo rim itu teman sandeul.
Saat pertama kali bertemu secara langsung, dia merasa kalau gadis itu sangat menyebalkan, cerewet, dan benar-benar keras kepala. Seperti nenek-nenek, sangat berbeda dengan apa yang sering sandeul ceritakan kepada mereka, tapi dia mampu membuat gongchan penasaran, sehingga secara diam-diam gongchan selalu memperhatikan yoo rim dari jauh. Dia berbeda. Itulah yang pertama kali dipikirkan chan saat mengetahui sifat dan kebiasaan yoo rim.
     “kau kenapa?” Tanya baro pelan, dia heran melihat chan yang selalu ceria, malah jadi melamun sendirian di kantin.
     “aku tidak apa-apa.” Jawab chan pelan sambil menyeruput minumannya.
     “….jeongmal?” baro masih tidak percaya. Karena chan terlihat seperti orang yang depresi.
     “ne..” jawab chan singkat dengan nada malas. Lalu kembali melamun.
     “aaarggh, kau membuatku jadi ikut-ikutan depresi kalau begini, aku mau pergi saja…” ujar baro pura-pura kesal, baru dua langkah tapi kemudian dia melirik chan lagi. Dia masih melamun, sebenarnya apa yang dia pikirkan? Gerutu baro dalam hati. Tiba-tiba dia melihat ekspresi chan berubah kaget, lalu chan tersenyum lembut. Baro heran ada apa dengan dongsaengnya ini, kemudian dia mengikuti kemana arah mata gongchan memandang, mata itu menatap seorang gadis tanpa berkedip, gadis yang baru saja memasuki daerah kantin sambil tertawa bersama kedua temannya. Gadis itu terlihat sangat bahagia, entah apa yang mereka bicarakan.
     “hmmm…jadi, kau galau karena dia ya?” goda baro sambil mencolek-colek chan.
     “a..anio…” chan yang gugup terus mengelak karena tebakan baro tepat.
     “kau yakin? Yoo rim itu manis dan baik, aku pernah sekelas dengannya waktu kami kelas 1, dia juga menyenangkan. Apa aku dekati saja ya? Siapa tau dia jadi suka padaku.” Ujar Baro berusaha memancing emosi gongchan agar dia mengaku.
     “aa..aish..jadi hyung suka padanya? Gadis kasar begitu apanya yang bagus.” Gerutu chan kesal sambil terus menatap yoo rim. Apa sekarang baro hyung juga akan jadi sainganku? Jinyoung hyung saja sudah cukup membuatku kesal. Apa sih hebatnya kau park yoo rim?!! Benar-benar menyebalkan!! Batin chan kesal. Baro hanya tersenyum melihat wajah masam dongsaengnya itu. Dia benar-benar suka yoo rim. Pikir baro, dia jadi geli sendiri melihatnya.
     “aku bercanda. Kalau kau suka, jangan berpura-pura tidak suka begitu, nanti dia akan semakin jauh darimu, dan kau akan menyesal saat dia diambil orang lain.” Bisik baro, lalu dia meninggalkan gongchan sendirian sambil tertawa.
     “sial….aku ketahuan.” Seru chan menutup wajahnya karena malu perasaannya ketahuan oleh baro. “tapi hyung benar juga, kalau aku sampai kedahuluan orang lain, apa yang akan terjadi padaku?” gumam gongchan mulai depresi lagi, kemudian terlintas dibenaknya gambaran yoo rim yang tertawa di pelukan jinyoung. Sedetik  kemudian, seperti ada jarum yang menusuk hatinya.
     “ANDWAEE…itu tidak boleh terjadi…!!! ” Teriak gongchan yang tiba-tiba histeris. Semua orang di kantin itu menoleh ke arahnya, dan menatapnya dengan tatapan heran. Saat dia menolehkan pandangan kearah yoo rim, dia melihat, yoo rim juga menatapnya dengan tatapan bingung.
     “apa yang telah kulakukan sih.” Gumam chan pelan, dia segera pergi kekelasnya dengan perasaan malu. Bodoh! Bodoh! Bodoh! Chan terus mengatai dirinya sendiri di dalam hati.
*****
     “dia kenapa?” Tanya Zee pada yoo rim yang sama-sama heran melihat tingkah chan.
     “entahlah…mungkin dia tertelan lalat tadi pagi.” Jawab yoo rim acuh, sambil terus mengunyah rotinya. Aku pesti benar-benar terlalu kuat memukulnya, makanya dia jadi gila. Begitu pikir yoo rim sekenanya.
     “……” Zee dan Min ah hanya terperangah mendengar jawaban yoo rim barusan.
     “kyaaa,,,, Sandeul oppa!! Kau manis sekali..!”
     “Jinyoung oppa..saranghae..”
Tiba-tiba suasana gaduh karena jiyoung datang ke kantin bersama Sandeul. Yoo rim tetap makan dengan santainya, sementara Min ah dan Zee syok seperti tidak bisa bernafas lagi.
     “kalian kenapa?” Tanya yoo rim heran. Mereka tidak menjawab, hanya menunjuk ke belakang yoo rim, yoo rim menoleh, dan melihat jinyoung datang kearahnya, tapi sandeul masih saja sok tampan dan tebar pesona dengan gadis-gadis yang mengerubunginya.
     “hai, yoo rim. Apa kau sudah makan?” Tanya jinyoung sambil tersenyum lembut.
     “n..ne, oppa. Kau sudah makan? Mau makan bersamaku?” seru yoo rim berusaha agar tidak kelihatan gugup.
     “kalau kau tidak keberatan. Boleh aku makan disini?” Tanya jinyoung lagi.
     “mullon oppa..” jawab yoo rim cepat. Ya tuhan, aku mimpi apa sih tadi malam. Sekarang Jinyoung  oppa malah makan di sampingku. Apa ini mimpi? Seru Yoo rim dalam hati, dia sangat senang sampai senyum-senyum sendiri. Sedangkan Min ah dan Zee hanya terdiam karena benar-benar tidak menyangka kalau cowok paling populer yang satu ini duduk didepan mata mereka. Kalo author pasti udah ga makan lagi, enakkan makan jinyoung oppa kali yaa..Hahahaha  #Plaakk xD
     “kau suka cokelat ya?” Tanya jinyoung sambil melirik roti yoo rim.
     “ne, kalau oppa?” Yoo rim balik bertanya.
     “hmm..tidak ada yang special sih,,aku suka semuanya, hehehe.” jawab namja keren itu.
     “jeongmal? Apa benar-benar tidak ada yang paling kau suka?” Tanya yoo rim, yang tentu saja masih penasaran.
     “hmm..apa ya?” Jiyoung mengunyah rotinya sambil mikir kira-kira rasa apa yang paling dia suka, karena dia suka semuanya. Itu rakus atau apa ya?!! *__*
      “hmm..mungkin cokelat saja deh..” sambungnya.
     “hahaha…yang benar saja, kenapa  tiba-tiba memilih cokelat.” yoo rim tidak percaya.
     “karna kau suka cokelat, jadi kupikir, mungkin cokelatlah yang paling enak. Hehehe” jawab jinyoung sambil cengar-cengir. Tentu saja yoo rim terperangah mendengar ucapan jinyoung, tapi apa yang dipikirkan jinyoung adalah apa yang sebenarnya dia rasakan. Kalau saja tidak bisa menahan diri, mungkin yoo rim sudah berteriak-teriak karena senang, bagaimana tidak, orang  yang menjadi idolanya kini begitu perhatian dengannya.
     “aah, ada cokelat menempel.” Gumam jinyoung, dia mengelap ujung bibir yoo rim yang berlepotan coklat dengan tissue. Tentu saja wajahnya merona merah seperti kepiting rebus karna malu, jinyoung hanya tersenyum melihat wajah yoo rim yang malu seperti itu.
Yoo rim tidak tahu, di suatu sisi ditempat itu, ada yang sedang menahan perasaan kesal melihat kedekatannya dengan jinyoung. Melihat yoo rim tertawa sambil malu-malu begitu, membuat perasaan namja yang sedang mengintip itu jadi seperti ditusuk-tusuk. Park yoo rim! Kau ini benar-benar menyebalkan sekali. Kenapa kau bersikap seperti itu, padahal tadi malam aku hampir saja menciummu. Apa kau tidak merasakan apa-apa sedikitpun padaku!! Teriak gongchan dalam hati. Lalu chan pergi dengan perasaan marah yang meluap-luap.
     “PARK YOO RIM….!!!”  Seru gadis-gadis penggemar Jinyoung yang tiba-tiba berdiri di belakang mereka. Glek! Yoo rim merasakan hawa membunuh dari belakangnya. Ada sekitar 4 cewek yang berdiri di belakang nya, dan mereka semua menakutkan.
     “Ha…hai, semuanya..hehehe..” sapa yoo rim gugup melihat api cemburu yang meluap-luap di mata para fans jinyoung. Mampus aku. Batin yoo rim. “ngg…oppa, maaf, sampai nanti yaa..” seru yoo rim langsung kabur meninggalkan tempat itu secepat mungkin.
     “mau lari kemana kau, hah?” teriak gadis-gadis itu dan lari mengejar yoo rim. Jinyoung yang ditinggalkan begitu saja hanya tertawa kecil melihat tingkah yoo rim yang kabur karna ketakutan, dia menganggap yoo rim lucu padahal itu semua gara-gara dia. Dasar jinyoung!
     “kau ini hyung, untung yoo rim itu larinya cepat, kalau dia sampai babak belur, aku bisa dibunuh ibuku..” protes sandeul pada jinyoung saat melihat yoo rim yang lari terbirit-birit dikejar para BANA. Tapi jinyoung malah tertawa mendengar ucapan sandeul.
     “hahaha…yoo rim itu gadis yang pintar. Lagipula, memangnya dia itu ibumu, atau ibu yoo rim, kenapa dia lebih sayang padanya dibanding kau..” ujar jinyoung tidak habis pikir.
     “fuuuh~ ibu kami berdua hyung…” jawab sandeul, dia mulai bertanya-tanya jangan-jangan dikehidupan sebelumnya dia dan yoo rim itu saudara kembar. Sandeul gila!! =__=!
*****
Sementara itu…bagaimanakah kelanjutan nasib yoo rim? Ya, dia tetap dikejar-kejar para penggemar jinyoung. Dia lari ke lantai dua, ada banyak orang di sana karena ini memang jam istirahat. Yoo rim terpikirkan sebuah  ide untuk menyamar, jadi, dia melepaskan ikat rambutnya sehingga rambutnya yang panjang tergerai begitu saja. selama di sekolah dia tidak pernah mengurai rambutnya seperti itu jadi dia pikir mungkin itu adalah cara yang tepat.
Yoo rim berjalan sambil menunduk, sehingga rambut coklatnya menutupi wajahnya, dia berjalan santai saat melewati gerombolan gadis-gadis yang berusaha mengejarnya. Tapi, saat hampir saja lolos, dia tidak sengaja menabrak seseorang karna jalan sambil menunduk. Namja yang ditabraknya itu sedikit kaget saat melihat wajah yoo rim, dan yoo rim langsung membuang muka berharap agar namja itu tidak mengenalinya.
     “kau…kau park yoo rim kan?” panggil namja itu. Dia mengenaliku. Yoo rim panik, dan dia langsung bergegas meninggalkan tempat itu sebelum gadis-gadis itu menyadarinya.
     “apa!!? Mana.. manaa?” seru gadis-gadis itu. “Hei kau! Jangan lari..!!” teriak salah satu dari mereka, dan mereka mulai mengejar yoo rim. Terlambat! Mati aku!!  Batin yoo rim. Tiba-tiba ada yang menarik yoo rim kedalam ruang musik, Dia? Batin yoo rim, tapi dia tidak protes saat di paksa masuk ke dalam sebuah lemari diruangan itu. Lemari itu terasa agak sempit untuk mereka berdua, jadi hampir tidak ada jarak diantara mereka berdua.
     “chan…” bisik yoo rim.
     “sssstt..” perintah gongchan menyuruhnya diam, dan yoo rim menurut begitu saja.
Ceklek!! Pintu ruangan terbuka dan ruangan jadi terang.
     “tadi aku melihatnya masuk kesini.” Seru  yang berambut merah.
     “tapi tidak ada siapa-siapa disini. Mungkin dia mengelabui kita.” Seru yang berambut pendek. “tapi aku sangat yakin..” gerutu yang rambut merah itu lagi.
     “ayolah kita cari di tempat lain sebelum dia kabur. Aku ingin sekali menarik-narik rambutnya. Disini tidak  ada siapa-siapa.” Seru yang rambut pendek itu lagi. terdengar suara pintu tertutup, tapi lampunya tidak dimatikan.  Yoo rim dan gongchan entah kenapa masih saja sama-sama terdiam didalam sana.
     “gomawo, sudah menolongku.” Kata yoo rim pelan.
     “cheonma. Memangnya kau buat masalah apa ?!” jawab chan dingin.
     “a..anio!! itu bukan salahku, jinyoung oppa mengelap cokelat yang menempel di pipiku, aku tidak tahu kalau dia akan melakukannya. Apalagi didepan para penggemarnya begitu.” Yoo rim berusaha menjelaskan.
     “kalau begitu kenapa kau biarkan dia melakukannya, akhirnya malah merepotkan begini kan.” Seru chan, ada nada kesal di kata-katanya.
     “aku sudah bilang aku tidak tahu, kau tidak percaya padaku?! Aku bukan sengaja untuk menggodanya. Kalau aku tahu, aku akan mengelapnya sendiri.” Balas yoo rim yang entah kenapa jadi kesal juga melihat chan tidak percaya padanya.
     “kalau begitu kenapa kau tidak marah padanya?!!” seru chan yang sudah sangat kesal.
     “a..apa??..kenapa kau marah-marah begini..apa kau..” belum selesai yoo rim bicara, gongchan sudah memeluknya, dan menyembunyikan wajah yoo rim ke dadanya. “ mereka datang lagi..” bisik chan. Yoo rim sudah terlanjur  kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. jadi dia hanya bisa diam meski chan menjelaskan maksud dari tindakannya yang tiba-tiba itu. Detak jantung! Ini suara jantung siapa? Aku atau gongchan?!.  Batin yoo rim dalam hati.
Cklek! Pintu dibuka.
     “aku yakin, tadi aku mendengar suara seorang gadis disini.”
     “apa kau ini mengigau? Tidak ada siapa-siapa.”
     “jangan-jangan itu suara hantu  wanita yang menghuni ruangan ini.”
     “aaah..jangan menakuti ku…” protes yang satunya.
     “apa kau belum pernah mendengarnya? Piano itu suka bermain sendiri, dan kadang terdengar suara wanita menangis disini.” Seru yang lainnya. Untuk sedetik kemudian suasana hening diluar sana.
     “Huaaaa…” tiba-tiba mereka semua berteriak  dan lari ketakutan meninggalkan tempat itu.
Chan melepaskan pelukannya dari yoo rim, mereka keluar dari dalam lemari, keadaan masih canggung di antara mereka, mereka sama-sama bingung mau bilang apa.
     “aanngg…memangnya disini benar-benar ada hantu ya?” Tanya yoo rim, tapi chan tidak menjawab, dia hanya mengelus permukaan piano yang dibilang berhantu itu dengan gerakan lambat. Melihat kejanggalan itu yoo rim sedikit merinding.
     “chan, jangan menakutiku, kenapa kau hanya diam…” Tanya yoo rim dengan suara bergetar, yoo rim maju dua langkah mendekati chan. Apa dia kerasukan? Tebak yoo rim. Ah, tapi itu tidak mungkin. Yoo rim menggeleng-gelengkan kepalanya.
     “tentu saja…” jawab chan dengan suara yang hampir terdengar seperti berbisik.
     “kau…kau becanda kan?”  yoo rim benar-benar sudah ketakutan dibuatnya.
     “dia…wanita itu……ada dibelakangmu..” seru chan  tiba-tiba berbalik.
     “KYAAAA….!!!”  Teriak yoo rim ketakutan, dan dia refleks memeluk chan dengan sangat erat. *author nelen meja*  T^T  Chaaan~
     “Huahahahahaha…babo~  ” ejek chan tapi dia malah balas memeluk yoo rim.
     “Gong Chan Shik!!! Kau ini benar-benar…” gerutu yoo rim kesal, dia ingin memukul chan lagi, tapi chan menangkap tangannya itu dan tersenyum.
     “kau lupa janjimu ya, park yoo rim?” ujar chan berusaha mengingatkan yoo rim.
     “kau menakutiku, bagaimana aku bisa tersenyum.” Jawab yoo rim dengan ketus.
     “tapi kan aku sudah menolongmu, aku hanya bercanda. Mianhae..” pinta chan dengan wajah memelas, lagi-lagi yoo rim tidak tahan dengan wajah memelasnya.
     “iyaa, iyaa, kita impas..” akhirnya dengan sangat terpaksa yeoja cantik itu  yang harus mengalah.  Iiihh, chan sok imut deh.. *cium chan*  #Tuiiiing  *ditendang security!!*
Chan menyentuh rambut coklat yoo rim dengan lembut, lalu dia tersenyum.
     “kau cantik saat rambutmu tergerai seperti ini..” ujar chan sambil tersenyum manis.
     “berhentilah menggodaku!” yoo rim melepaskan tangan chan yang sedang memain-mainkan rambutnya. Padahal sebenarnya dia senang di puji cantik, tapi dia malu, dan pura-pura jutek adalah jurus andalan yoo rim. Gengsian iiih si yoo rim !!! *author essssmosi*
     “aku tidak menggodamu…” sungut chan kesal. Dasar gadis bodoh! Memangnya aku tidak boleh menggodamu?! Suka-suka aku dong. Gerutu chan Dalam hati. Melihat chan cemberut begitu, yoo rim jadi merasa bersalah, dia memang harus berterima kasih pada chan.
     “chan..” panggil yoo rim, chan menoleh dengan muka masam, tapi kemudian dia terperangah melihat yoo rim tersenyum lembut padanya. Kenapa kau bisa semanis ini sih?? Kalau begini, aku mana tahan untuk tidak menggodamu. Batin chan.
     “a..apa..” jawab chan pura-pura ngambek.
     “aku, hanya ingin berterima kasih karena kau telah menolongku, tidak seharusnya aku membuat suasana hatimu buruk. Chan ~ah, mianhae.” Goda yoo rim dengan senyum manisnya itu.
     “ Aaaa, jam pelajaran selanjutnya akan dimulai, ayo kita masuk kelas, jangan terlambat. ” ajak yoo rim.
     “Jamkkan manyo…” chan menahan yoo rim, dan menyuruhnya duduk di kursi piano itu sebentar, dengan wajah bingung yoo rim hanya menurut saja. Ternyata chan mengikat rambut yoo rim, dan yeoja itu hanya bisa diam dan menunduk dengan wajah memerah, jantungnya berdebar sangat kencang. Dia kesal karna chan menggodanya terus, tapi dia tidak bisa bohong kalau dia sedikit senang chan begitu perhatian padanya.
     “lebih baik kau menguncir rambutmu, sayang kalau orang lain melihatmu secantik itu, jadilah cantik hanya didepanku saja. hehehe” goda chan sambil berbisik pada yoo rim.
     “menyebalkan! Berhentilah menggodaku bocah tengik! Aku ini seniormu..” seru yoo rim memukul lengan gongchan.
     “aaw…sakit bodoh!!” chan meringis kesakitan, padahal itu hanya acting, pukulan yoo rim yang barusan tidak sekuat yang kemarin-kemarin, tapi chan pura-pura kesakitan agar dikasihani.
     “sudahlah, aku mau pergi!!!” gerutu yoo rim kesal, dia meninggalkan chan sendirian di ruangan itu, selama dijalan menuju ke kelas yoo rim terus memagangi pipinya yang sudah menghangat itu, entah semerah apa wajahnya dibuat chan.
Sementara itu, namja ganteng yang sedang sendirian di ruang music itu, hanya bisa cengar-cengir bahagia karena bisa menggoda gadis yang dia sukai. Akhirnya, aku bisa memeluk dia. Batin gongchan senang. Dia sudah lupa akan kekesalannya tadi, yang sekarang dia rasakan hanyalah perasaan bahagia. Chan nakal…!! *__*
*****
     “Yihaaaaa…”
Saat semua siswa dan siswi sedang bersiap-siap untuk pulang. Tiba-tiba sandeul datang dengan gaduhnya kekelas yoo rim, memeluk yoo rim tinggi-tinggi dan memutar-mutarnya.
     “Heiii..kau ini kenapa?!! Turunkan aku, aku pusing..” protes yoo rim
     “Hahaha..Park yoo rim yang cantik jelita. Taukah kau kenapa aku begitu bahagia?” Tanya sandeul sambil mendudukan yoo rim seperti sebuah boneka di meja guru.
     “ya mana aku tau Lee jung hwan…” jawab yoo rim datar.
     “Yuuko mau saat ku ajak kencan minggu depan..”  sandeul senang bukan kepalang.
     “Benarkah?? Waaah, selamat  yaa sahabatku sayaaang…” seru yoo rim sambil membalas memeluk sandeul dengan erat. Mereka berputar dan berjoget-joget bersama seperti orang gila. Yoo rim sangat bahagia melihat sandeul sesenang itu, bagaimana tidak, dia tahu kalau sahabatnya itu sudah  6 bulan ini suka pada Yuuko (*Bagi yang tidak tahu, baca I Hate Say Love to You chapter 2 yaa.. ^^ ).
     “ingat, aku tidak mau melihat sahabatku ini galau lagi yaa…” goda yoo rim.
     “hahaha…oke sir!!” seru sandeul senang.
     “sepertinya  kalian senang sekali..” kata CNU yang tiba-tiba muncul.
     “eh….tidak kok hyung, hehehe.” Jawab sandeul sambil member kode pada yoo rim untuk diam, dan yoo rim hanya senyum-senyum melihat tingkah sandeul.
     “sandeul, ayo cepat, nanti kita bisa terlambat.” Panggil baro yang menyusul CNU ke kelas yoo rim.
     “kalian mau latihan?” Tanya yoo rim cepat.
     “iya, hari minggu ini kami akan mengadakan show sekaligus  fan service, aku sudah mengirimkan tiketnya kerumahmu, aku ingin kau datang.” Pinta sandeul sebelum pergi.
     “baiklah,,aku pasti datang. Hwaiting memberdeul, aku akan jadi BANA yang selalu berteriak memberikan semangat kepada kalian semua.” Kata yoo rim semangat.
     “hahaha, kau ini lucu sekali. Gomawo  yoo rim, kalau kau mau, kau bisa datang ke studio untuk melihat kami latihan kamis ini.” ujar  CNU sambil mengacak-acak rambut yoo rim. CNU bersikap seperti kakak dan itu yang membuat yoo rim sangat senang.
     “baiklah, aku mauu, aku akan datang dengan membawakan semua makanan kesukaan kalian.” Janji yoo rim. Sedangkan baro hanya tertawa kecil melihat tingkah yoo rim yang seperti itu, tapi yoo rim hanya memeletkan lidahnya pada baro, yaa baro temannya juga, makanya dia biasa saja bersikap begitu pada baro.
     “baiklah, kami pergi dulu yaa, langsung pulang kerumah.” Perintah sandeul langsung kabur setelah menjitak kepala yoo rim.
     “jung hwan…kau ini benar-benar ingin mati yaa..” gerutu yoo rim, sambil mengelus-elus kepalanya yang dijitak sandeul. Yoo rim membuka lebar jendela kelasnya, dari sana dia bisa melihat para anggota B1A4 yang sangat dikagumi itu sedang berkumpul disamping mobil mereka. Yoo rim merasa sedikit beruntung karna bisa dekat dengan mereka.
Saat sedang asyik memperhatikan mereka, tiba-tiba chan menoleh kearahnya, dan kemudian tersenyum pada yoo rim yang sedang memperhatikan dari atas. Yoo rim membalas senyum chan dengan senyum malu-malu, antara geli dan gengsi. Kemudian, chan menggodanya dengan meniru gerakan yoo rim yang memeluknya karna ketakutan tadi, yoo rim malu dan juga kesal, jadi dia membalas ejekan chan dengan menunjukkan kepalan tangannya pada chan, dan seolah-olah ingin menghajar chan. Chan jadi cemberut.
Jinyoung melihat tingkah mereka berdua, dia memukul kepala chan dengan gulungan kertas karna mengejek yoo rim, lalu pura-pura mencekik chan. Chan mengelus kepalanya dengan wajah cemberut, lalu jinyoung tersenyum manis pada yoo rim, tapi yoo rim hanya tertawa melihat aksi lucu jinyoung dan gongchan.
     “baiklah,,,saatnya pulang..”gumam yoo rim. Yoo rim berjalan menuju tangga turun disebelah barat. Oh tidak! Batin yoo rim saat melihat 4 orang cewek yang mengejarnya saat istirahat tadi sedang menuju kearahnya. Yoo rim langsung memutar arah menuju tangga yang ada di sebelah timur.
     “Heeiii kau, kau mau kemana..jangan kabur lagi!!!” teriak yang berambut merah.
     “ya tuhaan!! kenapa harus sekarang sih….???!!!!” Seru yoo rim putus asa. Dia lari secepat mungkin dari 4 cewek gila yang mengejarnya. Kasihan yoo rim. *__*
Jinyoung..!!! sana gih, tanggung  jawab kek..ckckckck
*****
Di sebuah tempat, dimana lagi kalo bukan di studio latihannya B1A4, namjadeul yang ganteng-ganteng itu lagi serius latihan dance beautiful target sama only learned bad thing, hari itu, mereka berlima ga ada yang msuk sekolah, karna seharian full mesti latihan. Aku dengar  CNU hyung mengundangnya, kenapa dia belum datang juga ya? Chan bertanya-tanya didalam hati. Dia sudah merindukan yoo rim.
     “memikirkan yoo rim?” goda baro melihat chan yang melamun saat sedang istirahat.
     “anio…” bantah chan. Mana mungkin juga aku berani mengakuinya. Batin chan.
     “sudahlah, jangan mencoba berkelit dariku..” baro tetap menggoda chan.
     “hyuuung…sudahlah!” gerutu chan sambil menutup wajahnya, tapi baro malah tertawa melihat chan malu seperti itu.
     “gongchan, kau suka yoo rim ya?” Tanya jinyoung sambil cengar-cengir, ternyata dia mendengar pembicaraan mereka.
     “……a..aku…aku..” chan bingung bagaimana cara menjawabnya.
     “aaahh..aku tau, kau pasti hanya suka mengerjainya kan? Hahaha, iya ya, dia memang sangat lucu.” Ujar jinyoung menepuk-nepuk pundak chan sambil tertawa, lalu pergi untuk bicara pada koreografer mereka, padahal chan belum sempat menjelaskannya.
     “kau membuat kesalahan.” Bisik baro, lalu pergi mendekati sandeul, sedangkan chan masih duduk sambil memikirkan semuanya disana. Baro hyung benar, kenapa tadi aku tidak bilang saja pada jinyoung hyung. Chan menggerutu dalam hati.
     “permisii, maaf mengganggu..aku datang..” Seru yoo rim menyapa semuanya.
     “waaah, kau bawa jus pir, kebetulan aku ingin itu..” seru sandeul yang langsung membuka bungkusan yang di bawa oleh yoo rim. Baro dan CNU pun tak mau kalah dari sandeul, mereka jadi seperti orang kelaparan saja. ckckckckck -__-!
     “Chan, lihatlah. Yoo rim membawakan ayam goreng kesukaanmu.” Panggil baro.
     “manaaaaa…???” seru chan yang langsung berlari menghampiri tumpukan makanan yang dibawa yoo rim itu. Dia tau makanan kesukaanku. Pikir chan senang. Tidak salah aku mencari tau tentang makanan favorit mereka dari B1A4 facts. Batin yoo rim, yeoja itu merasa puas bisa membuat teman-temannya itu senang. Niat bener yak sampe googling. =_=!
     “kau tidak makan?” Tanya yoo rim pada sandeul.
     “aku sudah kenyang.” Jawab sandeul sambil menghabiskan jus pir nya.
     “mau latihan lagi?? sendirian?” Tanya yoo rim lagi.
     “iya. biarkan saja mereka makan dulu, kau mau menemaniku?” ajak sandeul.
     “tentu saja.” jawab yoo rim senang. Dia dan sandeul sejak kecil memang suka sekali menari bersama-sama, jadi dia pikir tidak salah bermain-main kali ini.
Lagu yang di putar adalah Bling Girl, yoo rim menari sambil berperan sebagai yeoja didalam lagu itu, dan sandeul bernyanyi sambil berperan sebagai namja yang menyukainya. Mereka menari mengikuti irama lagu tersebut, berlari kesana kemari, berputar, dan melompat-lompat bersama dengan gerakan buatan mereka sendiri, gongchan, jinyoung, baro dan CNU yang sedang makan pun berhenti sejenak untuk memperhatikan mereka berdua, mungkin karna sandeul dan yoo rim sudah berteman sejak dulu jadi mereka berdua terlihat sangat kompak. Mereka keren! Itu yang dipikirkan memberdeul lainnya.
neo mankeumeun haengbok hage mandeulge
nae modeungeol da
Tiba-tiba Gongchan masuk sambil menyanyi, kemudian tersenyum manis pada yoo rim, yoo rim membalasnya dengan malu-malu, lalu mereka mulai menari bersama, sandeul meneruskan nyanyian chan.
Oh baby ma bling girl, bling girl
nege teok eobshi bujok hangeol ara
hajiman, geudaereul, hyanghaneun
maeumeun nado eojjeol su eobtnabwa yo
Melihat mereka bertiga bernyanyi seperti itu, baro masuk untuk memulai aksinya sebagai rapper, lalu CNU dan Jinyoung pun ikut bergabung dengan mereka, berenam mereka bernyanyi dan menari bersama-sama dengan diiringi senyum dan gelak tawa.
     “hahaha.. itu tadi menyenangkan sekali.” Seru yoo rim saat mereka selesai.
     “kau keren, sayang sekali bukan kau yang jadi model kami. Si Chaerin itu tidak bisa menari sekeren yang kau lakukan barusan” Puji baro. Untung model centil yang mendekati jinyoung oppa waktu itu tidak ada disini, kalau tidak dia bisa mengamuk padaku. Batin yoo rim. Tapi dia sudah cukup senang bisa bersenang-senang bersama mereka.
     “hahaha..tadi aku benar-benar merasa seperti sedang show bersama kalian.” Seru yoo rim senang.
     “yoo rim memang tak kalah hebat kok kalau menari. Sejak kecil kami selalu begitu, sekarang kalian percaya kan ceritaku waktu itu.” Ujar sandeul bangga.
     “kau ini..” gerutu yoo rim sambil memukul sandeul, dia malu.
Sekarang giliran B1A4 yang latihan, mereka berlatih lagu Beautiful Target sekali lagi, yoo rim menonton mereka dengan perasaan takjub. Mereka keren sekali!! Teriak yoo rim dalam hati. Dia hanya bisa menggenggam erat tangannya sendiri untuk menahan perasaan kagumnya itu. Author juga bakal teriak-teriak kalo liat mereka latihan secara langsung.^^
Neo ttaemune neottaemune neottaemune neottaemune neottaemune ~.  Pada bagian lagu yang itu gongchan dan jinyoung bersahut-sahutan menyanyikannya, chan menunjuk yoo rim sambil mengedipkan sebelah matanya, lalu tersenyum menggoda. Kenapa karna aku. Batin yoo rim, tapi dia hanya membuang muka, padahal wajahnya jelas-jelas merona merah.
~Roly Poly, Rolly Rolly Poly, geu…. ~
Belum selesai nada dering tersebut berbunyi, yoo rim sudah membuka pesan tersebut.
Park yoo rim! Temui aku diluar, segera!!!
Ternyata pesan itu dari orang yang tidak dikenal, nadanya seperti marah, yoo rim hanya memandangi pesan tersebut dengan wajah bingung.
     “dari siapa?” Tanya jinyoung yang tiba-tiba muncul dibelakangnya.
     “a..anio, hanya ancaman pembunuhan. Hehehe.” kata yoo rim sambil menutup handphonenya.
     “Haa??” gumam jinyoung kaget, tapi melihat wajah yoo rim yang cengar-cengir begitu dia malah tersenyum. “Dasar kau ini...” gerutu jinyoung sambil menjitak kepala yoo rim dengan kertas, tapi kemudian mengelusnya.
Tanpa berpamitan yoo rim langsung keluar, dia keluar dari studio itu dan langsung menoleh ke kanan dan kekiri. Tapi hanya ada yuuko disana. Apa dia yang mmengirimiku pesan? Pikir yoo rim dalam hati.
     “Yuuko…” panggil yoo rim.
     “Ikut aku sebentar…” jawabnya singkat. Ternyata benar dia yang mengirimiku pesan. Tapi untuk apa? Yoo rim terus bertanya-tanya, kemudian mereka sampai di parkiran mobilnya si yuuko. Turunlah seorang gadis yang kira-kira sebaya dengannya dari mobil itu. Dia yeoja yang cantik, matanya berwarna abu-abu. Gadis itu menatap yoo rim dengan tatapan dingin. Ada apa ini? yoo rim mulai khawatir. Gadis itu berdiri tepat disamping yuuko.
     “Geunyeoga... geunyeoga nae dongsaeng...” kata yuuko pelan, dia seolah-olah tahu kebingungan yoo rim.
     “dia yang ingin bertemu denganmu..” gumam yuuko dengan suara pelan, dia melirik adiknya itu, lalu menatap yoo rim dengan tatapan gelisah.
     “Sudahlah!! Kau ini sangat bodoh, biar aku saja yang bilang padanya…” seru gadis itu sambil mendorong kasar yuuko. Yuuko hanya bisa diam dengan tatapan sedih.
     “kenapa kau bersikap seperti itu pada kakakmu!” yoo rim gerah melihatnya.
     “tidak ada urusannya denganmu..!! dia ini hanya anak pungut ayahku.” Seru gadis itu dengan ketus, yuuko hanya menunduk, dia pasti sangat sedih.
     “ada urusan apa kau denganku?!” Tanya yoo rim yang mulai kesal. Gadis itu menatap yoo rim dengan tatapan mengejek, lalu mengibaskan rambutnya.
Kutunya terbang atuh neng!! =__=
     “Namaku adalah Shin han joong, aku adalah teman gongchan, kami sudah berteman sejak kelas 6 SD, dan aku sangat menyukainya. Sudah sejak dulu.” Kata gadis yang bernama Han joong itu dengan sikap dingin.
     “akhir-akhir ini dia sering menceritakan tentangmu saat aku menemuinya, awalnya aku pikir tidak apa-apa karna kalian terlihat saling membenci, tapi sekarang aku tahu kalau chan menyukaimu, dan aku jadi sangat membencimu.” Seru Han joong sinis.
     “memangnya kenapa kalau dia suka padaku, apa hak mu melarangnya.” Protes yoo rim.
     “kau tidak boleh suka padanya!!!” bantak Han joong kesal.
     “mungkin aku juga memang sudah menyukainya, lalu apa yang bisa kau lakukan hah?” tantang yoo rim, dia sudah sangat kesal dengan tingkah Han joong yang seperti itu. Han joong menatap yoo rim dengan penuh kebencian, dia melirik yuuko dengan sinis.
     “kalau kau begitu, sahabat baikmu itu akan disakiti juga oleh eonni-ku tercinta ini. apa kau sanggup mengorbankan kebahagiaan sahabatmu itu hanya demi kepentinganmu?!!” ancam Han joong. Yuuko yang mendengar semua itu hanya terperangah, dia tidak percaya han joong akan berkata begitu, adik yang meski sangat jahat tapi sangat disayanginya itu mengorbankannya.
     “Andwaee!! Kau ini, benar-benar jahat…!!” seru yoo rim marah.
     “terserah padamu, mulai besok, aku tidak ingin melihat kau dekat-dekat dengan chan lagi, dan ingat, jangan berani-berani untuk memberitahu orang lain tentang hal ini, terutama chan. Araseo?!!” kata Han joong, dia kembali masuk ke dalam mobil setelah mengancam yoo rim. Yuuko terlihat sangat sedih, tapi dia hanya bisa mengikuti han joong kembali ke mobil.
Setelah mereka pergi, yoo rim masih berdiri disana, dia membayangkan wajah sandeul yang terlihat sangat sedih, bahkan menangis. Dia tidak ingin melihat sahabatnya itu bersedih, dia menyayangi sandeul seperti dia menyayangi saudaranya sendiri. Tapi, saat memikirkan bahwa dia harus menjauhi gongchan dan mungkin harus bersikap kasar lagi padanya seperti dulu, hati yoo rim sedikit sakit.
Muncul di dalam benaknya kenangan saat chan menjahilinya, saat chan membuatnya kesal tapi kemudian langsung membuatnya tertawa, saat chan menggodanya hingga wajahnya merah. Dia tidak bisa lagi merasakan hal itu, ada perasaan sedih dihatinya saat yoo rim kembali mengingat wajah chan yang menatapnya dengan tatapan sedih dan kecewa. Ada apa denganku? Aku hanya menggertak gadis itu saat aku bilang aku suka chan. Tapi kenapa dadaku terasa sesak saat memikirkannya? Apa aku benar-benar suka padanya? Batin yoo rim. Tidak, tidak, tidak!  Aku pasti sudah gila! Mana mungkin aku menyukainya. Sial! Kenapa aku jadi selalu memikirkannya!! Pergilah dari kepala wahai bocah tengik!! Gerutu Yoo rim sambil memukul-mukul kepalanya, dia tetap saja mengelak dan tetap tidak ingin percaya pada perasaannya sendiri.
     “woaaa..!!! oppa..” seru yoo rim kaget saat melihat jinyoung yang tiba-tiba muncul dihadapannya. Jinyoung langsung memeluknya.
     “apa kau baik-baik saja?” Tanya jinyoung cemas.
     “apa maksudmu?” yoo rim balik bertanya.
     “Maaf jika aku mendengar semuanya. Aku mencemaskanmu.” Kata jinyoung sambil memeluk yoo rim.
     “aku mohon jangan beritahu dia.”  Kata yoo rim pelan sambil melepaskan pelukan jinyoung. “dan…terima kasih, oppa.” Sambung yoo rim, kemudian dia langsung masuk ke dalam studio. Yoo rim mengambil tas, dan pamit pulang kepada semuanya, tentu saja mereka heran kenapa yoo rim ingin buru-buru pulang, hanya jinyoung yang diam dan tidak bertanya apa-apa. Melihat kejanggalan itu, chan mengejar yoo rim hingga keluar.
     “Jamkkan manyo...” panggil chan, tapi yoo rim berpura-pura tidak mendengarnya.
     “yoo rim, jamkkan manyo..!” panggil chan lebih keras lagi. yoo rim tetap diam, tapi chan tidak menyerah. Chan berhasil menghadang yoo rim.
     “ada apa denganmu?” Tanya chan dengan nafas terengah-engah.
     “kau yang kenapa, dasar bodoh!” jawab yoo rim ketus.
     “aku khawatir, kenapa sikapmu jadi sangat aneh sejak kau pergi keluar, aku juga melihat jinyoung hyung keluar, apa terjadi sesuatu diantara kalian tadi?” Tanya gongchan dengan wajah yang benar-benar cemas.
     “itu bukan urusanmu, sudahlah!.” bentak yoo rim. Chan! Kumohon pergilah, jangan perdulikan aku! Aku tidak ingin jadi benar-benar menyukaimu. Lirih yoo rim
     “kenapa kau berkata seperti itu?! Tentu saja ini ada urusannya denganku.” Bantah chan.
     “Wae? Kenapa kau ada urusannya denganku? Kita tidak pernah berteman baik, kita juga selalu betengkar.” Seru yoo rim dengan suara bergetar. Ada apa denganku? Kenapa rasanya begitu sesak saat melihat wajahnya! Batin yoo rim sambil melangkah pergi meninggalkan chan.
     “karna aku suka padamu…” seru chan, yoo rim berhenti saat mendengar ucapan chan, perasaan sesak itu semakin kuat ia rasakan. Tidak! Aku harus membuang semua perasaan aneh ini, aku tidak boleh menyukaimu, gongchan! aku tidak mau jika harus jatuh cinta padamu. Yoo rim kesal pada dirinya sendiri.
     “Jangan permainkan aku lagi…!!” jawab yoo rim, Lalu berlari meninggalkan chan.
     “Aku tidak berbohong! Nae Sarangin geol,,,park yoo rim...” teriak chan, tapi yoo rim meninggalkannya di halte bus. Kenapa? Kenapa kau tidak percaya padaku? Aku benar-benar menyukaimu. Chan sangat sedih karna yoo rim tidak percaya padanya.
     “saranghae…yoo rim” Lirih chan. Sakit, itulah yang chan rasakan sekarang, dia terduduk lemas di pinggir jalan, menatap lurus kedepan dengan mata berkaca-kaca, dia sudah tidak mampu menahan air matanya lagi, air mata chan tumpah, dia memeluk lututnya dan menelungkupkan wajahnya disana. Chan menangis tersedu-sedu sendirian disana, dia tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, dia…benar-benar menyukai yoo rim.
     “ada apa dengan mereka?” gumam sandeul yang bersembunyi di balik tembok tak jauh dari tempat chan menangis, sandeul mengikuti chan karna dia juga khawatir pada yoo rim, dia kaget melihat pernyataan cinta chan. Ternyata chan suka pada sahabatnya itu, tapi  yoo rim malah menganggap kalau chan hanya mempermainkannya. Dia ingin sekali mendekati chan, bertanya, dan menghiburnya. Tapi dia tidak jadi mendekat karna dia tidak pernah melihat chan seperti itu sebelumnya, Jadi dia putuskan untuk membiarkan chan sendirian.
Sebuah Mercedes hitam melintas dari sisi berlawanan dari temapt sandeul berdiri, didalam mobil itu ada seorang gadis dengan mata abu-abunya yang dingin tertawa puas karna merasa dirinya menang. Sedangkan gadis berambut hitam disebelahnya hanya menunduk dengan wajah sedih, tapi ekspresinya langsung berubah kaget saat melihat sandeul yang sedang bersembunyi sambil memperhatikan chan diam-diam. Yaa, dia yuuko, dia merasa bersalah pada yoo rim, dan merasa bersalah pada sandeul yang dia cintai.
Sedangkan yoo rim, hanya duduk lemas didalam bus, entah kenapa semakin lama, bayangan chan di kepalanya sangat jelas. Dia malah tidak bisa berhenti memikirkan chan, matanya mulai panas dikala dia mengingat apa yang baru saja chan katakana padanya. Tuhan, aku mohon. Buat aku membencinya, seperti waktu itu. Pinta yoo rim, tapi air mata malah mengalir di kedua pipinya.
Yoo rim sampai dirumah, tanpa mengucapkan salam. Dia terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Kenapa perasaanku bisa sekacau ini? hanya itu yang ada dikepalanya.
     “ya..dia baru pulang.” jawab umma yoo rim di telepon. Lalu segera menyusul yoo rim ke kamarnya. Yoo rim menghempaskan tubuhnya yang sangat lemas itu ke tempat tidur, dia memejamkan mata, berpura-pura tidur saat mendengar ummanya masuk.
     “jung hwan menelepon, dia bertanya kau sudah pulang atau belum. Dia bilang kau tiba-tiba saja pulang, dia jadi cemas.” Kata umma yoo rim.
     “aku hanya lelah, umma. Aku mau tidur sebentar.” Jawab yoo rim pelan tanpa membuka matanya.
     “baiklah, umma mau masak untuk makan malam dulu.” Kata umma yoo rim, dia tahu kalau anaknya itu sedang tidak ingin diganggu.
Wajah sedih chan dan wajah cemas chan yang sedang mengejarnya tadi terlintas lagi dibenaknya, dan rasa sesak tak tertahankan itu kembali menyerang dadanya. Airmata mengalir lagi di pipi yoo rim.
     “kenapa!!! Kenapa aku tidak bisa berhenti menangis!!” isak yoo rim kesal.
     “baiklah, park yoo rim! Kau boleh menangis malam ini, hanya malam ini!  Lupakan semuanya, dan jangan pernah menangis lagi karna hal bodoh seperti ini.” yoo rim marah pada dirinya sendiri.
Malam itu, yoo rim menumpahkan semua rasa sesak yang ada di dadanya, menangis tersedu-sedu sepanjang malam. Yeoja yang sedang dilanda galau itu tidak tahu kalau di depan pintu kamarnya, sandeul dan umma-nya berdiri terpaku sambil mendengarkannya terisak-isak seperti itu. Sandeul sedih melihat yoo rim seperti ini, tapi dia tidak berani untuk memaksa yoo rim menceritakannya, karna jika sudah tidak tahan lagi biasanya yoo rim akan langsung menceritakan semuanya pada sandeul, jadi sandeul pamit pulang dengan perasaan tidak tenang. Ada apa antara kau dan gongchan? Sandeul bertanya-tanya didalam hati.
*****
Terlambat, dihukum, terpeleset, hingga menabrak dinding. Itulah yang dialami yoo rim sepanjang hari ini, dia hanya diam dan melamun, tidak seperti biasanya. Zee dan min ah sangat kesal melihat  yoo rim yang seperti ini, mereka membawa yoo rim ke ruang kesehatan untuk mengobati luka dikepala yoo rim akibat menghantam dinding. Ada kegaduhan didalam ruang kesehatan. Saat mereka membuka pintu, mereka bertiga kaget saat melihat gongchan yang sedang berpelukan dengan seorang gadis yang sudah dikenal oleh yoo rim. Ternyata dia murid disekolah ini juga. Batin yoo rim. Gongchan refleks melepaskan diri dari Han joong. Padahal lebih tepatnya gadis itu yang memeluk gongchan, tapi didalam penglihatan yoo rim, mereka tetap saja berpelukan.
     “maaf mengganggu..” kata yoo rim pelan, sebenarnya yoo rim gugup karna dia kaget, tapi dia pura-pura tidak perduli dan terus melangkah masuk hanya untuk mengambil kotak obat P3K didalam lemari di ruangan itu dan langsung pergi dari sana secepatnya, zee dan min ah sudah menunggu diluar. Tapi, saat ingin mengambil kotak tersebut, kepala yoo rim hampir saja tertimpa kotak itu karna kakinya gemetar dan dia tidak kuat memegangnya. Untung saja chan menolongnya.
     “Kau kenapa? Kepalamu?” Tanya chan khawatir melihat luka di dahi yoo rim.
     “Jangan sentuh  aku! Menjauhlah!” jawab yoo rim ketus, dan mengambil kotak P3K itu dari tangan chan. Kali ini dia menemukan alasan untuk menjauhi chan.
     “Percayalah padaku.” Gongchan memohon sambil menahan tangan yoo rim.
     “apa yang harus aku percaya? Sudahlah, aku tidak ingin pacarmu salah paham padaku.” Bantah yoo rim, dia berdiri menjauh dari chan dan bergegas ingin pergi dari sana. Tapi chan menghadang yoo rim.
     “dia bukan pacarku, dan yang baru saja terjadi bukan seperti yang kau pikirkan. Aku hanya suka padamu, park yoo rim.” Seru chan yang langsung memeluk yoo rim.
     “lepaskan aku!” seru yoo rim kesal, sebenarnya dia menahan diri untuk tidak menangis.
     “tidak! Tidak akan, aku tidak ingin kau pergi sebelum kau percaya padaku.” Isak chan.
     “Eotteokhanya?  Chakku nappeun mauemuel meokgedwae….mianhae...” jawab yoo rim lirih. (*Trans: lalu bagaimana? Aku tetap saja berpikiran buruk,,,maafkan aku…).
     “Katakan perasaanmu, kau menyukaiku juga. Aku tau kalau kau juga suka padaku. Iya kan? Tidak mungkin kau tidak merasakan apapun padaku…” ujar chan sedikit terisak.
     “aku…aku…”  yoo rim tidak tahu harus sbagaimana lagi menghindar dari chan, sedangkan Han joong sudah menatapnya dengan sinis. Lalu yoo rim melihat jinyoung baru saja berdiri didepan pintu.
     “aku suka…jinyoung oppa…” kata yoo rim dengan suara berat. Jinyoung terbelalak kaget mendengar ucapan yoo rim barusan. Terlebih lagi gongchan.
     “a..apa? kau suka pada hyung?” Tanya chan tidak percaya.
     “ya, hanya dia yang aku suka. Hanya dia.” Jawab rin, suaranya bergetar. Yoo rim langsung melepaskan diri dari chan dan berlari keluar meninggalkannya. Sedangkan chan hanya duduk lemas dilantai, dia menangis tersedu-sedu, hatinya sudah sangat sakit sejak kemarin. Jinyoung langsung pergi menyusul yoo rim.
     “Gongchan, sadarlah! Untuk apa kau menangisi gadis bodoh itu, bukankah kau membencinya, dia sudah bilang dia tidak suka padamu, kau masih punya aku!” bentak Han joong pada gongchan.
     “Tinggalkan aku sendiri…!” isak chan, dia masih menangis sambil menutupi wajahnya.
     “kenapa kau tidak memilihku!! Dia jelas-jelas tidak menyukaimu chan. Apa aku harus menyakitinya dulu agar kau bisa berpaling padaku?!” seru Han joong kesal.
     “aku bilang pergi! Jangan pernah kau sentuh yoo rim sedikitpun.” teriak chan sambil tetap terisak-isak.
     “aku membencinya!!!” seru Han joong kesal, lalu pergi meninggalkan chan sendirian.
Sedangkan ditempat lain, yoo rim sedang menangis di taman ditemani zee dan min ah, lalu jinyoung datang menghampirinya, zee dan min ah pergi untuk memberikan waktu agar mereka bisa bicara. yoo rim mengapus air matanya, tapi matanya masih saja terlihat sembab.
     Jinyoung menghela nafas, mengambil sebuah pembersih luka dari kotak P3K, dia membersihkan luka di dahi yoo rim, lalu menutupnya dengan plester.
     “kenapa kau berbohong?” Tanya jinyoung dengan wajah sedih.
     “apa? Maksudmu?” yoo rim hanya menunduk, berpura-pura tidak tahu.
     “aku tahu kalau kau tidak menyukaiku, kau mungkin menyukaiku, tapi hanya sebagai idola kan? Kau bukan mencintaiku. Aku senang bisa mengenalmu, kau cantik, baik dan sangat lucu. Taukah kau kalau sebenarnya aku jadi suka padamu.” ujar jinyoung sambil mengusap luka di dahi yoo rim. Yoo rim terperangah kaget mendengarnya.
     “Seandainya saja luka ini penyebabnya adalah aku. Aku pasti akan sangat bahagia. Dia sangat beruntung, aku iri padanya, tapi aku juga sayang padanya, dan juga padamu. aku ingin kalian bahagia, apakah aku bisa membantu?” ujar jinyoung panjang lebar. Didalam hati, jinyoung merasa sangat sedih, tapi dia jauh lebih sedih lagi saat melihat yoo rim dan gongchan tersiksa seperti ini, padahal mereka bisa saja bersama.
     “tidak! Aku tidak menyukainya, oppa…tidak!” bantah yoo rim, dia tetap saja berkeras hati.
     “Hentikan yoo rim! Jangan pernah membohongi perasaanmu sendiri lagi…!” seru jinyoung berusaha meyakinkan yoo rim.
     “huaaa…oppaaa,,mianhaee oppa…” Yoo rim malah menangis tersedu-sedu semakin kencang. Jinyoung memeluk yoo rim, berusaha menenangkan gadis yang tengah bersedih itu.
Jadi, kalian benar-benar saling menyukai? Tidak adakah sedikit rasa dihatimu untukku? Lalu, harus aku buang kemana perasaanku ini? aku tidak mungkin merebutmu dari hyung-ku, katakan yoo rim, katakan!apa yang harus aku lakukan sekarang.  Batin chan saat melihat yoo rim menangis dalam pelukan jinyoung, rasa sakit tak tertahankan menyerang hatinya dan merambat keseluruh bagian tubuhnya. Aku, tidak mau mengucapkan selamat tinggal padamu. Tidak akan pernah mau. pikir chan, dia sangat terpukul, dan pergi dari sana secepat mungkin.

Kenapa cerita ini jadi kisah sedih? Kenapa jadi melodrama?
Author  juga ga tau kenapa… T^T
Kalo ada yang tahu jawabannya komen aja ya... >___<
*tiba-tiba author jadi galau*

To be continue~

0 komentar:

Posting Komentar